21 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Padagang Elpiji Subsisdi Ditangkap Satpol PP Ternyata Oknum Polisi Berpangkat AKP

...

  • PORTALSATU
  • 03 November 2018 17:15 WIB

Kepala Satpol PP Abdya, Riad (kiri), memperlihatkan barang bukti gas elpiji subsidi, Rabu, 31 Oktober 2018. @Istimewa
Kepala Satpol PP Abdya, Riad (kiri), memperlihatkan barang bukti gas elpiji subsidi, Rabu, 31 Oktober 2018. @Istimewa

BLANGPIDIE - Pedagang gas elpiji 3 kg yang ditangkap petugas Satpol PP Aceh Barat Daya (Abdya) karena berupaya menyeludupkan gas melon bersubsidi ke Kabupaten Aceh Selatan ternyata oknum polisi berpangkat AKP berinisial SS.

Hal tersebut diketahui setelah para wartawan menanyakan kelanjutan kasus tersebut kepada Kasat Reskrim Polres Abdya, Iptu Zulfitriadi, S.H., Jumat, 2 November 2018.

“Benar, yang bersangkutan itu oknum polisi pangkatnya AKP, namun sudah tidak aktif lagi. Tinggal tunggu surat pemberhentian dari kepolisian. Saya sudah setahun dinas sini gak pernah melihat dia,” ungkap Zulfitriadi.

Zulfitriadi menjelaskan, pihaknya mengetahui SS ternyata oknum polisi berpangkat AKP, setelah mengonfirmasi ke Polda Aceh. Menurut Zulfitriadi, SS bukan perwira di Polres Abdya, tapi bertugas di daerah lain yang kemudian dilaporkan bermasalah, sehingga tidak aktif lagi dan kini menunggu surat pemberhentian dari anggota Polri.

Menurut Zulfitriadi, pihaknya sedang memproses  kasus elpiji bersubsisi tersebut. “Kasusnya kita naikkan langsung, ini sedang saya siapkan berkas-berkasnya,” katanya.

Ditanya apakah sudah ditetapkan tersangka, Zulfitriadi mengatakan, penyidik masih memeriksa saksi-saksi, termasuk akan meminta keterangan ahli. Setelah itu, kata dia, baru ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut.  

Cabut izin

Sementara itu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Abdya meminta pemerintah daerah setempat mencabut izin usaha pangkalan gas elpiji bersubsidi yang terindikasi bermasalah.

“Kami juga mendesak Pemerintah Abdya untuk mengintruksikan petugas Satpol PP agar meningkatkan patroli menjaga peredaran gas melon 3 kilogram itu,” kata Ketua IMM Abdya, Asnawi, Sabtu, 3 November 2018.

Sebab, kata Asnawi, gas elpiji 3 kg tersebut sengaja disubsisdikan oleh pemerintah pusat untuk warga miskin, bukan bagi orang kaya dan pengusaha.

“Miris saat pelaku penyelundupan gas elpiji 3 kg itu dilakukan oleh oknum penegak hukum, tentu perbuatan itu sangat kita sesalkan,” kata aktivis mahasiswa itu

IMM Abdya minta pemerintah daerah untuk menutup usaha pangkalan gas elpiji ‘Safitri’ di Desa Geulumpang Payong, Blangpidie. Apalagi pemiliknya telah ditangkap petugas Satpol PP saat memasok gas bersubsidi secara ilegal ke Aceh Selatan

“Pemkab harus melakukan konsultasi dengan jajaran penegak hukum untuk mengungkap semua sindikat pelaku penyelewengan gas elpiji bersubsidi. Termasuk para pedagang pangkalan lainnya yang menjual di atas Harga Enceran Tertinggi (HET) pemerintah,” tegasnya.

Asnawi berharap Polres Abdya tanpa "pandang bulu" dalam memproses secara hukum kasus penangkapan pemilik gas elpiji beberapa hari lalu, sehingga persoalan gas elpiji 3 kg ke depan tepat sasaran dalam pendistribusiannya.

Ia menilai, jika penyaluran dan penjualan gas elpiji bersubsidi tanpa pengawalan ketat dari pemerintah daerah dan penegak hukum, dikhawatir akan mudah dipermainkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menangkap seorang pemilik pangkalan elpiji di Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Aceh Barat Daya, berinisial SS, karena kedapatan menyelundupkan 56 tabung gas subsidi ke luar kabupaten itu, Rabu, 31 Oktober 2018.

Kepala Satpol PP Aceh Barat Daya (Abdya), Riad, di Blangpidie, mengatakan, SS bersama barang bukti 56 tabung gas elpiji ditangkap petugas di Kecamatan Lembah Sabil, Abdya, Rabu, sekira pukul 20.30 WIB.

Saat itu, kata Riad, pelaku bersama mobil pick-up milik pribadinya mengangkut gas elpiji subsidi dari pangkalannya di Desa Geulumpang Payong untuk dipasok ke wilayah Kecamatan Labuhan Haji Barat, Aceh Selatan.

“Penangkapan dilakukan di Kecamatan Lembah Sabil, (berjarak) sektar 10 kilometer dengan perbatasan Aceh Selatan. Pelaku memiliki pangkalan gas elpiji di Desa Geulumpang Payong, Blangpidie. Nama pangkalannya ‘Safitri',” kata Riad.(Baca: Satpol PP Abdya Tangkap Pemilik Pangkalan Elpiji Nakal)[](Suprian)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.