13 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Diusulkan Dalam RAPBK Aceh Utara 2020
Pagu 5 Mobil Dewan Rp2,8 M, Ketua DPRK: Saya Tolak yang Mewah, Tidak Ada pun Tak Masalah

...

  • PORTALSATU
  • 28 November 2019 22:30 WIB

ilustrasi. Foto: istimewa/net
ilustrasi. Foto: istimewa/net

LHOKSEUMAWE – Sekretariat DPRK (Setwan) Aceh Utara mengusulkan anggaran senilai Rp2,82 miliar lebih dalam Rancangan APBK tahun 2020 untuk pengadaan lima mobil dinas. Empat mobil untuk pimpinan DPRK, satu kendaraan operasional Setwan.

Rinciannya, satu mobil untuk ketua DPRK dengan pagu Rp692,5 juta, tiga unit untuk wakil ketua Rp1,84 miliar (3 unit x Rp614 juta), dan satu kendaraan Setwan Rp287 juta.

Data itu dilihat portalsatu.com, Rabu, 27 November 2019, dalam buku Rancangan Peraturan Bupati Aceh Utara tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) 2020 yang disampaikan eksekutif ke DPRK.

Pengadaan kendaraan dinas/operasional untuk pimpinan DPRK direncanakan jenis Toyota Fortuner. “Tapi itu baru usulan, belum final. Rencana malam ini masuk pembahasan anggaran pengadaan mobil itu,” kata sumber portalsatu.com, Kamis, 28 November 2019, sore.

Menurut sumber itu, saat ini Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat, menggunakan mobil Fortuner yang dipakai wakil ketua I periode sebelumnya, Mulyadi CH. Sedangkan Wakil Ketua I DPRK, Hendra Juliansyah, memakai Fortuner yang digunakan wakil ketua II masa jabatan sebelumnya, Zubir HT. Sumber itu menyebutkan, mobil dinas wakil ketua III DPRK periode lalu sudah ditarik untuk dikembalikan ke Pemkab Aceh Utara. Sedangkan mobil dinas ketua DPRK masa jabatan lalu, belum dikembalikan.

Untuk diketahui, wakil ketua II dan wakil ketua III DPRK Aceh Utara periode 2019-2024 belum dikukuhkan lantaran masih menunggu dikeluarkan SK Gubernur Aceh.  

Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat, dikonfirmasi terkait anggaran pengadaan lima mobil dinas dewan dalam RAPBK 2020, mengaku belum melihat angka usulan pihak Setwan itu. “Sebentar lagi termasuk saya masuk dalam ranah (pembahasan anggaran pengadaan mobil) itu. Saat pembahasan nanti baru saya tahu berapa pagu yang diajukan,” ujar Arafat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis malam.

“Tapi prinsip saya, seperti pernah saya sampaikan kepada TAPK (Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten) dan juga Setwan, jika direncanakan Fortuner atau Pajero, saya tolak, jangan yang mewah. Kalau memang ketentuan itu diharuskan beli, yang standar atau yang sesuai, (Toyota Kijang) Innova saja. Dan jika kondisi keuangan Aceh Utara saat ini tidak memungkinkan, atau banyak kebutuhan lain yang lebih mendesak, maka tidak ada anggaran pengadaan mobil untuk saya pun boleh, tidak masalah,” tegas Arafat.

Ditanya bagaimana dengan wakil ketua DPRK, Arafat mengatakan, “Akan mengikuti ketua lah. Kalau untuk ketua tidak dibeli, wakil pun tidak dibeli. Jadi, boleh tidak ada belanja untuk mobil pimpinan, tak masalah bagi saya. Nye memang hana memungkinkan, hana payah pengadaan pih jeut”.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mengalokasikan anggaran belanja dalam Rancangan APBK tahun 2020 senilai Rp2,22 triliun lebih. Dari jumlah pagu itu, belanja pegawai mencapai Rp816,05 miliar lebih, sedangkan belanja modal ‘hanya’ Rp217,10 miliar lebih.

Rancangan Qanun tentang APBK (RAPBK) Aceh Utara 2020 disampaikan Sekda Abdul Aziz mewakili bupati dalam rapat paripurna DPRK, 21 November 2019. Badan Anggaran DPRK bersama eksekutif sedang membahas RAPBK 2020 tersebut. “Direncanakan ketuk palu (persetujuan bersama), malam besok (Jumat, 29 November 2019, malam,” kata satu sumber, Kamis, 28 November 2019. (Baca: RAPBK Aceh Utara 2020: Inilah Pagu Belanja Pegawai dan Belanja Modal)[](nsy)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.