15 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pagu BTT Lhokseumawe Rp69 M, Berapa Realisasi untuk Covid-19?

...

  • PORTALSATU
  • 09 June 2020 22:30 WIB

Marwadi Yusuf, Kepala BPKD Lhokseumawe. Foto: istimewa
Marwadi Yusuf, Kepala BPKD Lhokseumawe. Foto: istimewa

LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) hasil penyesuaian APBK 2020 untuk pencegahan dan penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) senilai Rp69,493 miliar lebih. Namun, sejauh ini baru terealisasi Rp6 miliar lebih.

Data diperoleh portalsatu.com, Selasa, 9 Juni 2020, pagu pendapatan Kota Lhokseumawe setelah penyesuaian senilai Rp851,479 miliar lebih, berkurang 7,64 persen dari sebelum penyesuaian yang mencapai Rp921,872 miliar lebih. Sedangkan belanja daerah Rp797,479 miliar lebih, berkurang 14,47 persen dari sebelum penyesuiaan yang mencapai Rp932,428 miliar lebih.

Hasil penyesuaian belanja daerah menunjukkan pagu belanja pegawai dan belanja bantuan sosial (bansos) tampak meningkat. Sedangkan belanja barang dan jasa, belanja modal, dan belanja lainnya berkurang. Bahkan, belanja modal serta belanja barang dan jasa setelah penyesuaian masing-masing berkurang mencapai 35,55 persen dan 34,76 persen.

Adapun selisih anggaran hasil penyesuaian pendapatan dan belanja daerah senilai Rp54 miliar. Sementara realokasi selisih lebih senilai Rp69,493 miliar. Dari jumlah itu, belanja bidang kesehatan dan hal-hal lain terkait kesehatan dalam rangka pencegahan dan/atau penanganan Covid-19 dialokasikan Rp13,1 miliar; penyediaan jaring pengamanan sosial Rp38,328 miliar lebih, dan penanganan dampak ekonomi Rp18 miliar lebih.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Lhokseumawe, Marwadi Yusuf, dikonfirmasi portalsatu.com, Selasa, 9 Juni 2020, membenarkan data pagu anggaran penyesuaian tersebut.

Marwadi Yusuf didampingi Kepala Bidang Anggaran BPKD Lhokseumawe, Wirdan, menyebutkan belanja lainnya merupakan dana desa (DD) dan alokasi dana gampong (ADG). Dia mengakui pagu belanja pegawai dan bansos meningkat setelah penyesuaian anggaran. Pagu bansos meningkat dari sebelum penyesuaian, kata dia, karena adanya penambahan dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran (SiLPA) 2019.

Menurut Marwadi Yusuf, realokasi selisih lebih Rp69,493 miliar merupakan Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dialokasikan untuk pencegahan dan penanganan dampak Covid-19 di Lhokseumawe.

Marwadi Yusuf menyebutkan, refocusing dan realokasi APBK Lhokseumawe tahun 2020 itu dilakukan sesuai amanah Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor 119/2813/SJ dan Nomor 177/KMK.07/2020 tentang Percepatan Penyesuaian APBD Tahun Anggaran 2020 dalam rangka Penanganan Covid-19 serta Pengamanan Daya Beli Masyarakat dan Perekonomian Nasional.

Dilihat portalsatu.com, dalam Diktum Ketiga Keputusan Bersama Mendagri dan Menkeu itu disebutkan, selisih anggaran hasil penyesuaian pendapatan dengan belanja daerah digunakan untuk mendanai: a. Belanja bidang kesehatan dan hal-hal lain terkait kesehatan dalam rangka pencegahan dan penanganan terkait pandemi Covid-19. Antara lain berupa pengadaan alat pelindung diri (APD) tenaga medis, sarana dan peralatan layanan kepada masyarakat, dan penanganan pasien Covid-19.

Selanjutnya; b. Penyediaan jaring pengamanan sosial/social safety net. Antara lain melalui pemberian bantuan sosial kepada masyarakat miskin/kurang mampu yang mengalami penurunan daya beli akibat pandemi Covid-19; dan/atau c. Penanganan dampak ekonomi terutama menjaga agar dunia usaha daerah tetap hidup. Antara lain melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah, serta koperasi dalam rangka memulihkan dan menstimulasi kegiatan perekonomian di daerah.

Menjawab portalsatu.com, sejauh ini berapa realisasi dana untuk pencegahan dan penanganan dampak pandemi Covid-19 dari pagu BTT Rp69,493 miliar itu, Marwadi Yusuf mengatakan, "Sekitar Rp6,3 miliar. Untuk (penyediaan) JPS dalam bentuk BLT Dinas Sosial Rp2,6 miliar lebih, (realisasi melalui) BPBD Rp2 miliar, Dinas Kesehatan Rp800 juta, dan operasional Posko Covid-19 Kecamatan Rp800 juta".

Soal mengapa realisasi masih "minim", Marwadi Yusuf menyatakan, "Sesuai kebutuhan". Menurut dia, BPKD mencairkan anggaran BTT untuk Covid-19 berdasarkan pengajuan dinas terkait sesuai ketentuan berlaku. "Ada mekanisme pencarian BTT yang diatur dengan Perwal (Peraturan Wali Kota) tentang penggunaan BTT," ujarnya.[](red)

Lihat pula: Ini Pagu Pendapatan dan Belanja  Lhokseumawe 2020 Ssetelah Pergeseran

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.