10 April 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pak Bupati Aceh Utara, Simak Ini Pernyataan Dewan Minta Kadis Keluar dari Zona Nyaman

...

  • PORTALSATU
  • 23 February 2020 15:40 WIB

Ketua Fraksi PPP DPRK Aceh Utara, Zulfadhli A. Taleb. Foto: portalsatu.com
Ketua Fraksi PPP DPRK Aceh Utara, Zulfadhli A. Taleb. Foto: portalsatu.com

LHOKSEUMAWE – Ketua Fraksi PPP DPRK Aceh Utara, Zulfadhli A. Taleb, menilai para kepala dinas (kadis) di kabupaten ini terkesan “menikmati” berada pada posisi nyaman. Itulah sebabnya, menurut Zulfadhli, para pejabat pemerintahan hanya menjalankan rutinitas, tidak berpikir untuk melahirkan inovasi.

Soal Pendapatan Asli Daerah (PAD), misalnya, untuk menekan potensi kebocoran di lapangan, Pemerintah Aceh Utara seharusnya membuat sistem online. “Kalau pemerintah serius, buat PAD sistem online, dia per jam bergerak grafiknya, masuk dari kecamatan pulan Rp100 ribu hari ini, dari lapak pulan Rp200 ribu. Jangankan per hari, per jam kita bisa melihat langsung, sudah sekian terkumpul,” ujar Zulfadhli saat diwawancarai portalsatu.com di Ruangan Wakil Ketua I DPRK Aceh Utara, Hendra Yuliansyah, 18 Februari 2020.

“Kita juga tidak mau terus menerus berada di zaman kertas. Sekarang zaman digital. Bagaimana kita ciptakan PAD itu online. Siapapun bisa melihat, hari ini sekian, besok sekian, tidak perlu harus jumpai pejabat terkait. Ini kan juga inovasi kalau kita mau. Tapi masalahnya, ini kan (PAD) bicara uang, uang cash (tunai). Uang cash itu dinikmati. Kalau sudah online orang cuma bisa melihat, tidak bisa menikmati,” kata Zulfadhli.

Zulfadhli menyebutkan, inovasi itu bukan sekadar produk kecerdasan. Akan tetapi, inovasi itu dilahirkan setengahnya oleh orang penasaran, setengahnya lagi orang berani. Menurut dia, inovasi tersebut penting karena bisa mempercepat sesuatu yang tadinya lambat dan melahirkan hal-hal baru.

“Jadi, bupati harus menginstruksikan kepada kepala dinas agar dia terus berpenasaran, agar dia muncul keberanian. Kalau kepala dinas ada penasaran dan berani maka dinas tersebut akan ada inovasi. Jadi, bupati harus minta sama kepala dinas: ‘Tahun ini inovasi kamu apa?’,” tutur Zulfadhli.

Zulfadhli mencontohkan, pihaknya di Komisi V DPRK minta kepada mitra kerja agar menciptakan inovasi pelayanan publik. “Rumah Sakit Umum Cut Meutia, misalnya. Kami pertanyakan, tahun ini apa inovasinya? Walaupun kecil, ayo inovasi. Dinas Pendidikan, kami minta mana inovasi tahun ini? Kita ingin mendorong orang (pejabat) agar berani berinovasi, berani keluar dari zona aman dan nyaman,” ujar politikus muda ini yang sudah beberapa periode menjadi anggota DPRK Aceh Utara.

Begitu juga dinas-dinas yang mengutip PAD. Menurut Zulfadhli, bupati harus meminta inovasi dari dinas terkait. “Jadi, bupati harus mendorong itu. Sekda harus mengawal. Jangan setelah bupati ini (mengeluarkan kebijakan), Sekda juga enggak mengawal, enggak benar juga. Wakil bupati tidak mengawal, enggak benar juga. Kawal. Eksekusi. Setelah keluar titah bupati, maka wakil bupati dan Sekda harus eksekusi,” tegas Zulfadhli.

Zulfadhli mengingatkan, jika Aceh Utara ingin maju maka para pejabat pemerintahan harus memberanikan diri keluar dari zona aman dan nyaman. “Kenapa? Karena kita tidak mau Aceh Utara itu sekadar baik antarkabupaten dalam Provinsi Aceh, tapi kita harus menjadi kabupaten terbaik di Indonesia. Terbaik dalam melahirkan beberapa inovasi, terbaik dalam memberikan pelayanan publik, terbaik dalam (bidang) pendidikan, kesehatan”.

“Kita ingin terbaik di antara kabupaten lain di Indonesia, bukan sekadar di Aceh. Maka kita harus melakukan lompatan-lompatan. Dan bupati harus memimpin sendiri lompatan-lompatan itu,” ujar Zulfadhli A. Taleb.[](nsy)

Lihat pula:

Ada Apa Dengan PAD Aceh Utara?

[Wawancara] Sekda Aceh Utara: Ketika di Lapangan Terjadi Kebocoran PAD, akan Ditertibkan Melibatkan Forkopimda

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.