24 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Panglima KPA Sagoe Mujahidin Serahkan Bantuan Rehab Rumah Untuk Mantan Kombatan

...

  • Fazil
  • 14 March 2019 17:30 WIB

Foto: istimewa
Foto: istimewa

ACEH UTARA - Saiful Bahri alias Pon Temeng, mantan kombatan GAM yang tinggal di rumah tidak layak huni di Gampong Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu,  Aceh Utara, mendapat bantuan material rehab rumah dari Panglima Komite Peralihan Aceh (KPA) Sagoe Mujahidin Daerah II Tgk. Chik Dicot Plieng Wilayah Samudera Pase, M. Sulaiman akrab disapa Ulee Bara, Rabu, 13 Maret 2019.

Bantuan itu berupa seng dan sejumlah material lainnya untuk mengganti atap rumbia yang sudah bocor. Bantuan tersebut diserahkan Ulee Bara disaksikan sejumlah ekskombatan GAM di wilayah tersebut.

“Saya mendapat laporan ada anggota saya yang masih menghuni rumah tidak layak huni. Alhamdulillah, hari ini (Rabu/kemarin) kita serahkan bantuan berupa seng, paku, dan material lainnya. Untuk tahap awal kita bantu mengganti atap rumbia, dan Insya Allah selanjutnya akan ada bantuan lainnya,” kata Ulee Bara dalam keterangannya diterima portalsatu.com, Kamis, 14 Maret 2019.

Walaupun kecil, Ulee Bara berharap bantuan itu dapat digunakan sebaik mungkin oleh Pon Temeng. Supaya atap rumah tidak bocor lagi, dan keluarganya tidak merasa khawatir saat musim hujan. “Saya harap bantuan ini bisa memotivasi pihak lain, terutama pemerintah agar tidak diam ketika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Menurut Ulee Bara, Pon Temeng adalah salah seorang mantan kombatan GAM di bawah komando GAM Sagoe Mujahidin saat konflik Aceh. Pascadamai Aceh hingga saat ini pria yang sehari-hari bekerja sebagai pencari kepiting tersebut mendiami rumah tidak layak huni bersama istri dan tiga anaknya. Sejak damai, kata Ulee Bara, KPA Sagoe Mujahidin terus berupaya membantu masyarakat kurang mampu, anak yatim dan kaum duafa di Kecamatan Syamtalira Bayu dan Geureudong Pase. 

Menurut Ulee Bara, bantuan yang sudah rutin dibagikan di antaranya santunan pada perayaan hari-hari besar Islam, seperti daging meugang pada hari Raya Idul Fitri, Idul Adha dan meugang bulan Ramadan.

“Pertahun dana yang kita keluarkan mencapai Rp700 juta untuk membantu masyarakat, bahkan bisa lebih dari itu. Sebagian besar dikeluarkan dari kantong pribadi. Saya berharap elemen masyarakat lainnya juga ikut membantu warga miskin atau warga yang tidak mampu,” ungkap Sulaiman.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.