29 September 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia

Diborgol dan Dirantai
Panglima TNI: Serda WS yang Pukul Polisi Sakit Jiwa

...

  • MERDEKA
  • 11 August 2017 19:40 WIB

@merdeka.com
@merdeka.com

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta maaf atas ulah Serda WS yang memukul anggota Satlantas Polresta Pekanbaru, Bripda Yoga Vernando di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pekanbaru, Kamis (10/8) siang lalu. Menurutnya, Serda WS sedang dalam perawatan karena sakit jiwa.

"Nanti Kodam memberi penjelasan ternyata anggota tersebut dalam perawatan sakit jiwa. Wartawan di Riau bisa cek di RSJ mana dan tiap minggu dia tetap konsultasi. Tapi bagaimana pun juga dalam hal ini saya minta maaf atas kelakuan anggota saya tersebut," katanya di Kemendagri, Jumat (11/8).

Menurutnya, saat ini Serda WS sudah ditahan. Pihaknya tidak akan mengeluarkan atau memecat anggota tanpa proses hukum.

"Kan diproses tapi dia sakit jiwa, tapi tetap kita proses hukum. Nanti hukum yang akan menentukan bagaimana," katanya.

Diborgol dan dirantai

Sersan Dua WS ditahan Detasemen Polisi Militer Pekanbaru setelah perbuatannya menempeleng anggota polisi lalu lintas. Tidak hanya ditahan, WS juga diborgol dan kakinya diikat rantai. "Penahanan ini dilakukan karena yang bersangkutan memukul anggota Polantas seperti dalam video itu," ujar Komandan Korem 031 Wirabima Pekanbaru? Brigjen TNI Abdul Karim di depan ruang tahanan Denpom, Jumat (11/8).

Karim memastikan, akan penindakan anak buahnya yang menempeleng kepala Polantas Bripda Yoga Vernando. Kedua tangannya diborgol, dan kakinya dirantai dalam ruang tahanan Denpom di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan kantor Polresta Pekanbaru.

"Kita tidak akan melindungi anggota yang melangar disiplin dan merusak nama baik TNI AD. Pasti akan diproses," kata Karim.

Karim meminta maaf atas insiden anak buahnya yang menempeleng kepala anggota polisi lalu lintas yang sedang bertugas. Pemukulan itu terjadi di tengah Jalan Raya Sudirman Kota Pekanbaru, Kamis (10/8).

"Kami semua (TNI AD) mengaturkan mohon maaf sebesar-besarnya kepada jajaran Polri, khususnya jajaran Polda Riau," ujar Karim.

Karim menyesalkan peristiwa yang dilakukan anggotanya terhadap Bripda Yoga itu. Saat itu, Yoga melintas di jalan dan melihat Serda WS tidak menggunakan helm serta sepeda motor yang tidak standar aturan lalu lintas.

Tak senang dilihat, Serda WS berhenti dan mengejar Bripda Yoga Vernando lalu memukuli helm yang digunakannya.? Bahkan WS kembali menendang sepeda motor yang dikendarai Yoga dan berniat kembali menyerangnya. Masyarakat yang melihat pun tidak ada yang berani melerai.

Karim menyebutkan, atas tindakan tersebut, Serda WS langsung ditahan Detasemen Polisi Militer Kota Pekanbaru. Aksi pemukulan tersebut direkam sejumlah masyarakat yang kebetulan berada di lokasi serta pengendara yang melintas.

Dalam video, WS terlihat tidak mengenakan helm dan memakai seragam TNI AD lengkap. Saat ini video tersebut telah menyebar luas dan viral di berbagai media sosial Indonesia.

"Kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia kepada yang menonton video itu," kata Karim.[] Sumber: merdeka.com

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.