26 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pansus Migas Gelar Pertemuan Tertutup dengan PT PHE di Gedung DPRK Aceh Utara

...

  • Fazil
  • 13 June 2019 15:45 WIB

Foto: Fazil
Foto: Fazil

LHOKSEUMAWE - Panitia Khusus Minyak dan Gas Bumi (Pansus Migas) DPRK Aceh Utara menggelar pertemuan tertutup dengan pihak PT Pertamina Hulu Energi (PHE) di gedung dewan setempat, Kamis, 13 Juni 2019.

Pantauan portalsatu.com, pertemuan secara tertutup itu berlangsung di Ruang Sidang Paripurna lantai dua Gedung DPRK Aceh Utara, di Lhokseumawe.

Menurut informasi, dalam pertemuan itu dari tim Pansus Migas DPRK Aceh Utara antara lain dihadiri Tgk. Junaidi alias Tgk. Juned (ketua), Ismed Nur Aj. Hasan dan Anzir. Sedangkan dari PT PHE antara lain dihadiri Aceh Production Operations HR & General Affairs Superintendent PT PHE NSB-NSO, Armia Ramli.

Di depan pintu kaca pembatas Aula Serbaguna dengan Ruang Sidang Paripurna diletakkan papan nama bertuliskan 'Maaf ada sidang'. Pintu ruangan itu dijaga tiga anggota Satpam Sekretariat DPRK Aceh Utara.

"Rapat digelar secara tertutup, dimulai sekitar pukul 14.20 WIB. Saya tidak tahu kenapa tertutup, karena berdasarkan informasi memang demikian," kata salah seorang anggota Satpam tersebut kepada portalsatu.com.

Satpam itu tidak mengizinkan para wartawan masuk ke ruangan pertemuan. “Berdasarkan perintah, nanti saja setelah acara selesai bisa ditanyakan langsung kepada tim Pansus Migas,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Pansus Migas DPRK Aceh Utara sudah menghabiskan masa kerja sekitar lima bulan sejak di-SK-kan pada Januari 2019 lalu. Namun, Pansus Migas yang dalam APBK Aceh Utara 2019 dialokasikan dana mencapai Rp250 juta, sampai saat ini belum menyampaikan secara terang dan jelas kepada publik, apa saja hasil kerja mereka?   

Wakil Ketua II DPRK Aceh Utara, Zubir HT., mengatakan, sampai saat ini tim pansus masih bekerja. “Bisa dikatakan dalam tahap pemetaan permasalahan di lapangan dan hasil kunjungan pansus ke luar daerah, termasuk mensinergikandengan pihak pelaksana (PHE). Selama bulan Ramadhan kita sudah rapat empat kali termasuk tadi sore terakhir (Senin, 20 Mei 2019) bersama dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Utara,” kata Zubir menjawab portalsatu.com lewat WhatsApp, Rabu, 22 Mei 2019, malam.

Zubir menyampaikan itu saat ditanya soal masa kerja Pansus Migas sudah berjalan "lima bulan sehingga tinggal sebulan lagi”: apa saja capaian/hal-hal yang sudah dilakukan pansus sejak Januari sampai Mei ini. Menurut Zubir, masa kerja Pansus Migas sampai Juni 2019, dan dapat diperpanjang sesuai perkembangan.

Ditanya lebih lanjut, apakah Pansus Migas sudah memanggil PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai pengelola Blok NSB di Aceh Utara, kapan dan di mana pertemuan, serta apa saja yang ditanyakan kepada PHE, Zubir mengatakan, “Agenda hearing dengan PHE sudah dimatangkan. Tim sedang mengomunikasikan dengan pihak PHE. Rencana akhir minggu ini atau awal minggu depan”.

Dalam APBK Aceh Utara 2019 dialokasikan dana Pansus Migas Rp250 juta, sejauh ini berapa yang sudah digunakan dan untuk kegiatan apa saja? “Pansus sudah melaksanakan perjalanan dinas kelima kecamatan (di Aceh Utara), dan ke Kabupaten Bojonegoro dan Blora, Jawa Tengah. Untuk jumlah dana yang digunakan saya kurang tau,” ujar Zubir yang juga anggota Pansus Migas.

Menurut Zubir, yang dipelajari Pansus Migas Aceh Utara saat ke Bojonegoro dan Blora ialah mekanisme bagi hasil migas, participating interest(PI), dana CSR, perekrutan tenaga kerja, persoalan lingkungan dan keterlibatan local content serta pengelolaan sumur tua.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.