13 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Panwascam Meurah Mulia Berikan Bantuan untuk Bayi Kelainan Usus

...

  • Fazil
  • 08 November 2018 20:45 WIB

@Fazil/portalsatu.com
@Fazil/portalsatu.com

ACEH UTARA - Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) dan Pengawas Pemilu Gampong (PPG) se-Kecamatan Meurah Mulia, memberikan bantuan kepada Muhammad Razid (11 bulan), bayi penderita kelainan usus dan anus sejak lahir, yang diterima Cut Ubit, ibu Razid, di Gampong Ujong Kuta Bate, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, Kamis, 8 November 2018.

Bantuan sejumlah uang tunai itu diserahkan Ketua Panwascam Meurah Mulia, Fakhruddin, S.E.I., didampingi anggota Panwascam, Muhammad, S.E., dan Muzakir, dan sejumlah anggota PPG setempat.

Ketua Panwascam Meurah Mulia, Fakhruddin, mengatakan, pihaknya memberikan bantuan untuk meringankan beban kaum kurang mampu, karena saat ini bayi (Razid) itu sedang mengalami penderitaan kelainan usus dan anus cukup memprihatinkan.

"Setelah mengetahui kondisi bayi seperti itu, kita langsung menginstruksikan kepada seluruh anggota PPG se-Kecamatan Meurah Mulia beserta Panwascam untuk mengumpulkan dana guna membantu semampu kita kepada bayi (Razid) tersebut. Karena itu merupakan keluarga kurang mampu, maka sangat patut untuk dibantu," kata Fakhruddin, kepada portalsatu.com, Kamis, sore.

Fakhruddin dan kawan-kawan mendoakan agar Razid segera sembuh. Ia pun berharap, pihak lainnya turut membantu untuk proses pengobatan bayi dari keluarga kurang mampu tersebut.

Untuk diketahui, sebelumnya bayi itu sudah dua kali menjalani operasi akibat sakit yang dideritanya. Di bagian perut bayi tersebut tampak menjulang keluar yang dibalut dengan plastik pembungkus usus khusus yang harus diganti setiap dua hari sekali.

"Selama ini saya kesulitan biaya untuk memenuhi kebutuhan Razid, karena membutuhkan plastik pembungkus usus itu dua hari sekali. Perkantong atau plastik itu berkisar Rp52 ribu, sedangkan penjepit di bagian bawah kantong (plastik) usus itu Rp49 ribu. Penjepit dimaksud bahwa saat dia (Razid) membuang air besar supaya tidak tumpah keluar, artinya antara plastik usus dan penjepit itu harus kita beli secara terpisah yang dijual di apotik," kata Cut Ubit, ibu Razid, kepada Senin siang.

Cut Ubit menyebutkan, anaknya (Razid) memang mengalami kelainan usus sejak lahir. Ia mengetahui kondisi Razid seperti itu ketika usia baru empat hari setelah melahirkan. 

"Karena selama empat hari itu tampaknya anak saya ini tidak bisa membuang air besar dan kemudian perutnya mulai mengembung, itu pertama dialami pada Desember 2017 lalu. Kemudian, pihak keluarga membawa dia (Razid) untuk dirujuk ke RSUD Cut Meutia, Lhokseumawe. Namun hanya satu hari saja sempat dirawat di sana, setelah itu dokter menyarankan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Zainoel Abidin, Banda Aceh, untuk menjalani operasi dan dirawat selama satu bulan," ujar Cut.

Cut menambahkan, untuk proses pengobatannya itu menggunakan BPJS dan biaya operasi gratis. Namun seiring berjalannya waktu ia bersama keluarga kembali membawa Razid ke RSUDZA untuk melakukan operasi kedua kali pada usianya delapan bulan. Setelah dioperasi kini ususnya itu menonjol keluar harus dibungkus menggunakan plastik usus khusus.

Cut menyebutkan, selama ini dirinya masih menempati rumah orangtuanya, karena belum memiliki rumah pribadi. Namun ia tetap semangat hidup untuk berupaya mengobati anaknya terlebih dahulu sampai sembuh. "Mudah-mudahan ada jalan terbaik," katanya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.