11 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia

Lhokseumawe
Pasar Inpres Terbakar, Wali Kota: Kalau Pedagang Mau akan Direlokasi ke Pasar Induk

...

  • PORTALSATU
  • 09 July 2020 16:50 WIB

Salah seorang pedagang mengumpulkan barang bekas terbakar di Pasar Inpres Lhokseumawe. Foto: portalsatu.com
Salah seorang pedagang mengumpulkan barang bekas terbakar di Pasar Inpres Lhokseumawe. Foto: portalsatu.com

LHOKSEUMAWE - Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, mengatakan para pedagang yang kehilangan lapak akibat kebakaran Pasar Inpres akan direlokasi ke Pasar Induk di Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, jika mereka bersedia.

Kebakaran Pasar Inpres di Jalan Listrik, Desa Teumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, terjadi pada Kamis, 9 Juli 2020, sekitar pukul 01.00 WIB, dinihari.

“Kita barusan diskusi dengan Muspida. Kalau nantinya para pedagang yang mengalami musibah ini mau direlokasi ke Pasar Induk, kita akan relokasi,” kata Suaidi Yahya menjawab wartawan saat meninjau lokasi kebakaran Pasar Inpres bersama Wakil Wali Kota Yusuf Muhammad, Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dan Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Agung Sukoco, Kamis, siang.

Menurut Suaidi Yahya, jika para pedagang itu menolak direlokasi ke Pasar Induk, Pemko Lhokseumawe akan mengambil langkah-langkah lain yang nantinya akan dibahas terlebih dahulu. “Kalau masyarakat (pedagang) tidak mau direlokasi, ya, ada sikap lain, kami duduk dulu nantinya. Yang pasti masyarakat yang kena musibah ini akan kita layani dengan baik,” ujarnya.

“Intinya untuk pembenahan Pasar (Inpres) ini kita tetap. Tapi kalau kita bangun baru (di lokasi sudah terbakar) perlu waktu yang panjang, paling cepat satu tahun, karena menurut ketentuan anggaran per tahun,” tutur Suaidi Yahya.

(Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya, Wakil Wali Kota Yusuf Muhammad, Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto dan Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Inf Agung Sukoco meninjau lokasi kebakaran Pasar Inpres, Kamis, 9 Juli 2020. Foto: portalsatu.com)

Suaidi Yahya menyebutkan, langkah pertama akan dilakukan Pemko Lhokseumawe kepada para pedagang yang lapaknya terbakar di Pasar Inpres itu memberikan bantuan masa panik. “Jadi, langkah pertama untuk masa panik kita tangani dengan tanggap darurat nantinya. Ini kita tinjau dulu. Ini pedagang, tapi mereka tidak tinggal di sini. Cuma nanti ada kebijakan kita dalam anggaran tanggap darurat kita akan bantu. Makanya nanti kami duduk dulu, bantuan apa yang patut untuk masa panik,” ujarnya.

Saat Wali Kota Suaidi Yahya bersama rombongan akan meninggalkan lokasi kebakaran itu, tiba-tiba salah seorang pedagang menanyakan, “Pak Wali, apakah tidak ada bantuan apapun untuk kami?”  

“Ada, nanti. Ini sedang didata oleh Muspika (Banda Sakti) dan dinas terkait, apa kebutuhan yang perlu dibantu, baru kami serahkan bantuan,” ucap Suaidi Yahya kepada pedagang itu.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, menjawab wartawan di lokasi itu mengatakan pihaknya sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran Pasar Inpres. “Untuk proses penyelidikan masih kami coba kumpulkan keterangan, termasuk dari saksi yang melihat sumber awal api. (Sejauh ini) kami belum bisa menyimpulkan apa penyebab kebakaran ini,” katanya.

Ditanya wartawan apakah ada indikasi unsur kesengajaan dalam kejadian itu, AKBP Eko Hartanto menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Kami lihat dulu, kami kumpulkan dulu alat-alat bukti ataupun keterangan saksi,” ujarnya.

Kapolres Lhokseumawe menyebutkan, laporan diterima sementara sekitar 150 lapak ludes terbakar di Pasar Inpres itu. Saat ini masih dilakukan pendataan oleh BPBD Lhokseumawe untuk mengetahui jumlah pasti lapak terbakar. “Laporan sementara tidak ada korban jiwa dan luka-luka,” kata AKBP Eko Hartanto.[](red)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.