23 May 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pasien Terlantar, Dewan Minta Dinkes Lhokseumawe Evaluasi Puskesmas

...

  • PORTALSATU
  • 26 January 2018 17:50 WIB

Jailani Usman melihat Abdul Salam tidur di kursi karena tidak ada dokter di ruangan poli lansia Puskesmas Muara Satu, Lhokseumawe, 25 Januari 2018. @Istimewa
Jailani Usman melihat Abdul Salam tidur di kursi karena tidak ada dokter di ruangan poli lansia Puskesmas Muara Satu, Lhokseumawe, 25 Januari 2018. @Istimewa

LHOKSEUMAWE – Anggota DPRK Lhokseumawe meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mengevaluasi pelayanan kesehatan di Puskesmas Muara Satu. Pasalnya, anggota dewan menemukan, ada warga yang ingin memperoleh pelayanan kesehatan, terlantar lantaran dokter di salah satu ruangan poli tidak ada di tempat.

“Kemarin saya bersama Pak Tarmizi, Wakil Ketua Komisi D (membidangi kesehatan) mengecek langsung pelayanan kesehatan di Puskesmas Muara Satu. Saat kami tiba di puskesmas itu, sekitar pukul 10.30 WIB, ada seorang warga Batuphat (Kecamatan Muara Satu), Abdul Salam, yang terlantar karena tidak ada dokter di ruangan poli lansia,” ujar Jailani Usman, S.H., M.H., Sekretaris Komisi D DPRK Lhokseumawe kepada portalsatu.com, Jumat, 26 Januari 2018.

Jailani mengatakan, Abdul Salam terpaksa berbaring di kursi ruangan tunggu puskesmas tersebut lantaran tidak memperoleh pelayanan dari dokter. Berdasarkan keterangan staf di ruangan poli lansia puskesmas itu, kata Jailani, dokter sudah pergi ke Dinkes Lhokseumawe.

“Saya kemudian meminta dokter di ruangan poli anak untuk menangani Abdul Salam, karena di ruangan poli lansia tidak ada dokter. Setelah diperiksa di ruangan poli anak, pasien itu akhirnya dirujuk ke rumah sakit,” kata anggota DPRK dari Partai Golkar itu.

Informasi diperoleh Jailani dari pihak Puskesmas Muara Satu, jumlah dokter di puskesmas itu lebih 10 orang, termasuk dokter pegawai tidak tetap (PTT). Jumlah pegawai termasuk tenaga harian lepas (THL) di puskesmas tersebut, kata Jailani, mencapai 300 orang, termasuk yang bertugas di puskesmas pembantu (pustu) di bawah Puskemas Muara Satu.

“Begitu banyak dokter dan pegawai di puskesmas itu, tapi ada warga yang ingin memperoleh pelayanan kesehatan, terabaikan. Tentu ini sangat kita sayangkan,” ujar Jailani.

Itu sebabnya, Jailani meminta Dinkes Lhokseumawe segera mengevaluasi pelayanan kesehatan di Puskesmas Muara Satu. “Harus dievaluasi secara serius, karena pelayanan kesehatan untuk masyarakat di Puskesmas Muara Satu sangat mengecewakan, seperti dialami Abdul Salam,” katanya.

“Seharusnya, pihak puskesmas berterima kasih kepada masyarakat, karena masyarakat sudah punya kesadaran untuk berobat. Tapi, yang kita sayangkan, ketika masyarakat sudah sadar untuk berobat, ternyata mereka tidak mendapatkan pelayanan kesehatan sebagaimana mestinya,” ujar Jailani.

Jailani menyebutkan, tidak menutup kemungkinan di puskesmas lainnya di Lhokseumawe juga ada warga yang terabaikan lantaran dokter tidak ada di ruangannya. “Untuk itu, kita minta dinkes mengevaluasi semua puskesmas di Lhokseumawe,” katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Muara Satu, Nila, SKM., menjawab portalsatu.com melalui pesan singkat mengatakan, “Benar pak pada prinsipnya kami melayani setiap masyarakat, memang saat itu dokter poli lansia ada keperluan ke dinkes dan telah berkoordinasi dengan dokter poli anak. Pesan anggota DPRK untuk terus meningkatkan pelayanan”.

Kepala Dinkes Lhokseumawe, dr. Said Alam Zulfikar, dihubungi portalsatu.com, Jumat sore, mengatakan, sejak awal pihaknya sudah menekankan kepada semua puskesmas bahwa pada jam-jam tertentu dokter tidak boleh meninggalkan ruangan kerjanya.

“Mungkin (temuan anggota DPRK) kemarin itu insidentil. Sejak awal sudah kita tekankan kepada semua puskesmas untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Pada jam tertentu, dokter tidak boleh keluar dari tempat tugasnya di puskesmas. Pastinya, kita akan terus melakukan evaluasi semua puskesmas,” ujar Said Alam Zulfikar.[](idg)

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.