09 April 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


PDP Meninggal di RSUZA, Jenazahnya Dimakamkan di Banda Aceh

...

  • Fakhrurrazi
  • 24 March 2020 15:55 WIB

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif. Foto: dok. portalsatu.com/Fakhrurazi
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif. Foto: dok. portalsatu.com/Fakhrurazi

BANDA ACEH - Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait Covid-19 berinisial AA (56) yang meninggal dunia di RSUZA, Senin, 23 Maret 2020 siang, jenazahnya sudah dimakamkan di Banda Aceh, kemarin sore (Senin).

"Sudah dikubur kemaren di Banda Aceh," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif, saat dikonfirmasi portalsatu.com, Selasa, 24 Maret 2020.

Dia membenarkan proses pemakaman dilakukan sesuai SOP korban meninggal terkait Covid-19. "Iya. Dikubur sebelum Magrib, selesai pas Magrib," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Aceh masih menunggu hasil spesimen swab (sampel lendir) pasien berinisial AA dari laboratorium Balitbang Kemenkes RI di Jakarta. AA berstatus PDP di RSUZA Banda Aceh meninggal dunia, Senin, 23 Maret 2020, sekitar pukul 12.45 WIB.

"Belum (diterima hasil lab)," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif saat dikonfirmasi portalsatu.com, Selasa, 24 Maret 2020, sekitar pukul 12.00 WIB.

Dikonfirmasi terpisah, Selasa, sekitar pukul 13.35 WIB, Juru Bicara Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG), mengatakan belum menerima informasi dari Direktur RSUDZA dan Kadis Kesehatan Aceh soal hasil lab terkait pasien AA itu.

Sebelumnya, saat konferensi pers Senin sore, di Posko Sekretariat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh, SAG menegaskan PDP yang meninggal dalam perawatan di RSUDZA belum tentu positif Covid-19.

"Saya ingin sampaikan supaya masyarakat tidak salah pengertian, bahwa pasien ini belum bisa disimpulkan sebagai pasien Covid-19 karena statusnya masih Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Sementara hasil spesimen swab belum kami terima dari Jakarta," kata SAG.

SAG menyebut pasien AA meninggal dalam perawatan tim dokter di RSUDZA Banda Aceh. "Sejak dirujuk dari Kota Lhokseumawe ke RSUDZA pada Jumat 20 Maret 2020, sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 dan pasien meninggal setelah mendapatkan perawatan" ujarnya.

Dia menambahkan, pasien mempunyai riwayat perjalanan dinas ke daerah transmisi lokal Coronavirus Disease (Covid-19). Sehingga kembali ke Aceh, pasien mengalami gejala sesak napas dan sempat dirawat di Rumah Sakit PT Arun (PT PAG) di Lhokseumawe.

"Pasien melakukan perjalanan dinas ke Surabaya dan Bogor. Sempat dirawat di Rumah Sakit PT Arun, pada 17 Maret 2020. Kemudian pasien dirujuk ke RSUDZA pada Jumat 20 Maret 2020. Dalam perawatan pada Senin, 23 Maret 2020 pasien dinyatakan meninggal dunia dengan diagnosis akhir, pneumonia (infeksi paru-paru)," tutur SAG.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif mengatakan, bila hasil spesimen swab positif akan diumumkan oleh Jubir Covid-19 Nasional di Jakarta. Sementara bila hasilnya negatif, informasi tersebut akan disampaikan Pemerintah Aceh.

"Kalau hasil laboratoriumnya positif, akan disampaikan langsung oleh Jubir Covid-19 Nasional, Pak Achmat Yurianto. Namun jika negatif, maka akan kita sampaikan di Aceh," pungkasnya.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.