19 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pedagang Keude Geudong Minta Kejelasan Setelah Kios Dibongkar PT KAI

...

  • Fazil
  • 20 February 2019 15:30 WIB

Kios-kios di bekas rel di Keude Geudong dibongkar, 30 Januari 2019. Foto dok. Portalsatu/Fazil
Kios-kios di bekas rel di Keude Geudong dibongkar, 30 Januari 2019. Foto dok. Portalsatu/Fazil

ACEH UTARA - Para pedagang di Keude Geudong, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, yang sebelumnya berada di bekas rel kereta api, kini merasa kesulitan untuk berjualan usai kios mereka dibongkar oleh pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero), 30 Januari 2019 lalu.

Keluhan para pedagang itu disampaikan melalui Ketua Forum Komunikasi Usaha Saudagar Toko (Fokus) Aceh Utara, Bachtiar Hamid. Dia mengatakan, pedagang meminta kejelasan setelah dilakukan pembongkaran kios mereka oleh PT KAI di bekas rel kereta api tersebut. Pasalnya, para pedagang setempat mengeluh kebutuhan hidupnya tak lagi terpenuhi.

"Mata pencaharian mereka sehari-harinya berjualan melalui kios di lokasi tersebut sejak puluhan tahun lalu. Tetapi setelah dibongkar kios tersebut sampai saat ini belum ada kejelasan selanjutnya dengan masyarakat (pedagang). Artinya, pemerintah dan pihak pengembang harus memberikan kejelasan secara legalitas di atas kertas 'hitam di atas putih' dengan pedagang tersebut," kata Bachtiar Hamid, kepada portalsatu.com, Rabu, 20 Februari 2019.

Menurut Bachtiar, harus jelas di bekas rel kereta api itu nantinya apa yang ingin dibangun, biaya pembangunan berapa, sistem pembayaranya seperti apa. "Yang diminta oleh masyarakat pembayarannya harus melalui bank dan bisa dicicil. Karena yang menempatinya itu bukan orang-orang yang berada, tetapi umumnya masyarakat miskin maka itu yang harus diperhatikan oleh pemerintah dan pengembang," ujarnya.

"Apabila keinginan masyarakat tidak dipenuhi maka pembangunan yang direncanakan dibangun di bekas rel kereta api akan dihambat oleh masyarakat (yang sebelumnya menempati bekasi rel kereta) tersebut. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan pula terkait pembangunan yang akan dilakukan itu seperti apa, sehingga masyarakat dirugikan akibat dibongkarnya kios-kios mereka," kata Bachtiar.

Menurut Bachtiar, berdasarkan yang disampaikan pihak Pemerintah Aceh Utara sebelumnya bahwa akan dilakukan pelebaran jalan. Namun lokasi itu saat ini tampak sudah dipagar dengan menggunakan seng di sepanjang bekas rel yang sebelumnya ditempati para pedagang. 

"Para pedagang itu selama ini (setelah kios digusur) sangat mengeluh akan kebutuhan hidup, biasanya mereka setiap hari ada kegiatan karena ada usaha, tetapi setelah digusur dengan kondisi saat ini mereka tidak tahu mau berbuat apa," ujarnya.

"Memang pemerintah memberikan lokasi kepada masyarakat untuk berjualan di pekarangan terminal Geudong, Kecamatan Samudera, tetapi itu tidak efektif. Karena lokasinya masuk ke dalam terminal, jauh dari keramaian yang biasanya masyarakat berbelanja di kawasan tersebut. Untuk itu, kita berharap bahwa di atas bekas rel kereta api itu jangan lagi dilakukan pembangunan pertokoan, lebih baik dibangun jalan dua jalur di lokasi dimaksud untuk menghindari kemacetan yang sering terjadi selama ini," kata Bachtiar.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.