23 May 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pelaku Serangan Teror di Masjid Sinai Diduga Bawa Bendera ISIS

...

  • portalsatu.com
  • 28 November 2017 20:40 WIB

KAIRO - Pelaku serangan di sebuah masjid di Mesir, Jumat (24/11/2017), dikatakan membawa bendera kelompok militan ISIS.

Sekelompok militan bersenjata melakukan aksi penembakan dan pemboman di Masjid Al-Rawdah, Kota El-Arish, Sinai Utara.

Serangan dilakukan saat jam salat Jumat, yang dikatakan telah menewaskan hingga 305 orang.

Kantor kejaksaan umum setempat, Sabtu (25/11/2017), mengatakan bahwa militan bersenjata tersebut diketahui sempat terlihat membawa sebuah bendera hitam berlambang ISIS.

Diketahui pula, para oknum bersenjata itu dalam aksinya mengenakan penutup kepala dan pakaian bergaya kostum militer.

"Jumlahnya sekitar 25-30 orang, membawa bendera ISIS dan mengambil posisi di depan pintu dan 12 jendela masjid tersebut," jelas pernyataan kantor kejaksaan itu.

Militan bersenjata tersebut dikatakan juga menggunakan senapan otomatis sebagai senjata untuk menembaki jemaah di dalam masjid.

Hingga saat ini masih belum ada kelompok yang mengklaim serangan yang didaulat paling mematikan dalam sejarah modern Mesir itu.

Tapi, sejak 2013, pasukan militer Mesir terus berjibaku dengan militan-militan yang berafiliasi dengan ISIS, sehingga dugaan dan tuduhan ditujukan pada kelompok itu.

Selama ini juga serangan-serangan yang terjadi di Mesir kebanyakan menargetkan umat minoritas Kristen Koptik, ketimbang umat Islam dan masjid, sehingga serangan pada Jumat itu dianggap sangat mengejutkan.

Banyak dugaan yang mengatakan bahwa serangan tersebut memang untuk menyerang muslim Sufi (kelompok muslim yang mendalami ilmu sufisme/tasawuf).

Ilmu sufisme atau tasawuf memang kerap dinilai ISIS dan kelompok-kelompok konservatif atau ekstremis lain sebagai sesuatu yang berbau kafir dan sesat.

Awal tahun ini, ISIS sempat mengunggah sebuah video yang memperlihatkan militannya memenggal kepala dua muslim Sufi di Sinai Utara, lantaran dituduh mempraktikkan ilmu sihir.

Namun, dugaan tersebut masih belum dapat dipastikan, mengingat pada Jumat itu tidak semua yang menunaikan salat di masjid tersebut merupakan muslim Sufi.

Sedangkan, jumlah korban tewas masih bertahan di angka 305, yang termasuk di antaranya 27 anak-anak.[] sumber: tribunnews.com

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.