24 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pelatih Karate Aceh Besar Sarankan KONI Aceh Buat Ekstrakurikuler Beladiri

...

  • Jamaluddin
  • 21 January 2019 18:00 WIB

Anggota Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Besar sekaligus Pelatih Karate, Muhammad Ikhsanuddin @Jamaluddin/portalsatu.com
Anggota Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Besar sekaligus Pelatih Karate, Muhammad Ikhsanuddin @Jamaluddin/portalsatu.com

BANDA ACEH – Anggota Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Besar, sekaligus seorang pelatih muda karate Aceh, Muhammad Ikhsanuddin mengajak pemerintah Aceh untuk membuat undang-undang tentang ekstrakurikuler (ekskul) beladiri supaya diterapkan di seluruh sekolah di Aceh.

"Sekarang kita sedang memerangi Narkoba, serangan pornografi, dan pergaulan bebas. Biasanya anak-anak yang terjerumus adalah anak-anak yang tidak ada aktifitas, Terutama, yang terpenting harus belajar beladiri adalah perempuan," katanya.

Ikhsan mengatakan, untuk memasyarakatkan beladiri, Kemenpora, Dispora harus bekerja sama dengan KONI Aceh serta dengan berbagai jenis lembaga beladiri seperti Kempo, Silat, dan lainnya untuk merumuskan ekstrakurikuler belajar beladiri bagi siswa di luar jam belajar sekolah dengan diwadahi oleh KONI Aceh dibawah Dispora.

Karena alasan itu, pemuda asal Aceh Besar ini pun bersama kawan-kawannya pada 2010 silam juga pernah mencoba memperkenalkan istilah, 'Karate yes, Narkoba No' kepada masyarakat dengan tujuan supaya anak-anak mau berlatih beladiri, dengan manfaat,  pertama adalah untuk mempelajari beladiri itu sendiri, dan kedua untuk membentengi diri dari hal-hal negatif, hingga para pelajar beladiri akan terdidik bukan saja menjadi aktif, akan tetapi juga bermoral.

"Karena dalam beladiri kami juga menerapkan moral-moral karena, itu yang paling penting," katanya.

Di karate sendiri, kata Ikhsan, menganut 5 sumpah yang juga menyangkut dengan masaalah moral, dan munurutnya lagi bahwa hampir semua tempat pelatihan beladiri juga berkonsep membina mental dan moral.

Ikhsan yang juga seorang anak dari Alm. Darmansuri Usman, mantan anggota DPRK Aceh Besar periode 2004 s.d. 2009 itu terkait dengan sejarah awal mula ia mengenal beladiri, mengatakan bahwa itu telah dimulainya dengan  belajar beladiri di belakang Methodis dilatih oleh Cina Peunayong, kemudian dilanjutkan belajar di Rindam Iskandarmuda.

Kepada portalsatu.com pada Senin, 21 Januari 2019 Ikhsan menceritakan bahwa pada 2010, saat belajar di Dojo Polisi Meliter di Peuniti, ia berlatihan di bawah arahan pelatih Senpai Serka Erik Maulisya, MS yang juga merupakan Wasit Nasional Karate asal Aceh.

Dan pada 2012 di sela-sela waktunya Ikhsan mulai mencoba buka pelatihan sendiri di Pidie, dan di Lambaro ia melatih orang-orang dewasa. dan selanjutnya ke depan berencana akan membuka lagi di SMP Montasik.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.