17 February 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pembangunan 1.100 Rumah Duafa Ditunda ke 2020, Anggota DPRA Bardan Sahidi: Ini Zalim

...

  • PORTALSATU
  • 24 November 2019 11:00 WIB

Bardan Sahidi. Foto istimewa
Bardan Sahidi. Foto istimewa

BANDA ACEH – Anggota DPRA, Bardan Sahidi, menyebut Pemerintah Aceh yang berkinerja buruk telah melukai perasaan publik. Pasalnya, Baitul Mal Aceh (BMA) gagal membangun 1.100 rumah kaum duafa pada tahun anggaran 2019 ini, sehingga ditunda ke 2020. Sedangkan pengadaan mobil Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terus berjalan.

“Tak lain yang dapat saya sampaikan atas penilai pelaksanaan Pemerintah Aceh sekarang, kecuali pada kinerja buruk yang tidak tanggap perasaan publik. Rumah duafa ditunda, beli mobil jalan terus, mobiler dan ATK Kadin masuk dalam usulan perubahan di pengujung tahun. Ini dzalim (zalim), ketika cakap tak serupa bikin, bahwa postur APBA terserap pada porsi belanja aparatur mencapai 78,56% dari total APBA 2018,” tegas Bardan Sahidi dalam pernyataannya diterima portalsatu.com melalui WhatsApp, Ahad, 24 November 2019.

Lihat pulaPengadaan Mobil 33 SKPA Kuras APBA Rp100 M, IDeAS: Ini Melukai Hati Rakyat Aceh

Informasi diperoleh, BMA gagal membangun 1.100 rumah kaum duafa yang anggarannya sudah dialokasikan dalam APBA 2019, karena tidak cukup waktu untuk pekerjaan pada sisa tahun anggaran ini, sehingga ditunda ke 2020.

“Bahasa ditunda itu tidak ada dalam mekanisme dan tertib penggunaan anggaran dalam APBA 2019. Penundaan ini disampaikan (Pemerintah Aceh) karena alasan waktu. Pertanyaannya, kurun waktu selama satu tahun dinas sejak Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) dan Baitul Mal sebagai SKPA, kerjanya ngapain saja?” Bardan Sahidi mempertanyakan.

“Pernyataan dikerjakan kembali pada tahun dinas dan/atau tahun anggaran 2020, ini juga harus dipastikan kembali pada dokumen anggaran APBA 2020 yang sudah disahkan, ketok palu pada pertengahan Agustus 2019 lalu,” tegas anggota DPRA Fraksi PKS ini. 

Dia menyebutkan, akibat gagalnya pembangunan 1.100 rumah duafa yang tersebar di seluruh Aceh, akan menambah SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) berjalan 2019. “Bukan sekedar menambah derita ‘sipapa’ (kaum duafa) karena harapan palsu dari rezim ini,” ungkap Bardan Sahidi. 

Bardan Sahidi mengaku juga mendapat informasi tentang penundaan pembangunan rumah duafa tahun ini dari calon penerima di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Para calon penerima rumah kaum duafa yang sudah diverifikasi oleh pemerintah menyampaikan kepada Bardan Sahidi bahwa mereka sangat kecewa. “(Calon penerima) menangis ‘darah’,” ungkap anggota DPRA dari Daerah Pemilihan Aceh Tengah dan Bener Meriah itu.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad Raden, dihubungi portalsatu.com, 24 November 2019, tidak merespons panggilan masuk di telepon selulernya. Mantan Karo Humas Setda Aceh itu juga belum menjawab konfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait gagalnya pembangunan 1.100 rumah kaum duafa tahun 2019 sehingga ditunda ke 2020.[](nsy)    

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.