12 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pemerintah Aceh Diminta Libatkan Tim Independen Verifikasi Calon Penerima Rumah

...

  • PORTALSATU
  • 14 March 2020 17:00 WIB

Rumah M. Isa, warga Dusun Ujong Blang Gampong Buket Jrat Manyang Kecamatan Tanah Jambo Aye Aceh Utara. Foto: LSM Future
Rumah M. Isa, warga Dusun Ujong Blang Gampong Buket Jrat Manyang Kecamatan Tanah Jambo Aye Aceh Utara. Foto: LSM Future

PANTONLABU - Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aceh Future, Razali Yusuf alias Cek Li, meminta Pemerintah Aceh melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) melibatkan tim independen memverifikasi data calon penerima bantuan rumah layak huni. Sehingga rumah bantuan yang diperuntukkan untuk kaum duafa itu tepat sasaran.

"Saat rumah mereka sudah masuk dalam peroses pembangunan, jika memverifikasi data tersebut waktunya yang sangat terbatas dan tidak melibatkan pihak independen, tidak mungkin ada pencoretan saat ada temuan si penerima tidak layak menerima bantuan," kata Cek Li ditemui di salah satu warung di Pantonlabu, Aceh Utara, Sabtu, 14 Maret 2020.

Artinya, menurut Cek Li, jika proses verifikasi data calon penerima rumah layak huni tidak melibatkan tim independen, bantuan tersebut berpotensi terjadi penyimpangan.

Cek Li menyampaikan itu mengacu kepada temuan pihaknya selama ini bahwa ribuan warga miskin di Aceh masih tinggal di rumah tidak layak huni dalam kondisi memprihatinkan. Dia pun menduga sebagian data calon penerima rumah layak huni yang dikantongi Dinas Perkim Aceh tidak tepat sasaran.

Oleh karena itu, Cek Li meminta Pemerintah Aceh membentuk tim khusus untuk verifikasi dan validasi data calon penerima rumah, setahun sebelum bantuan tersebut direalisasikan, agar benar-benar akurat dan tepat sasaran. "Seharusnya data pembangunan rumah duafa itu, setahun sebelum dibangun data itu sudah akurat," jelasnya.

(Foto: LSM Future)

Persoalan lainnya, kata Cek Li, pemerintah tidak membantu rumah bagi warga miskin yang tak memiliki tanah sendiri. Padahal, kondisi rumah warga itu sangat memprihatinkan. "Ini sangat tidak adil. Seharusnya Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota, juga pemerintah gampong bersama-sama mencari solusi bagi masyarakat yang tidak ada tempat tinggal yang layak," ujar Cek Li.

Cek Li mengingatkan Pemerintah Aceh agar serius menekan angka kemiskinan dan merealisasikan bantuan rumah layak huni kepada yang berhak. Pasalnya, Pemerintah Aceh saban tahun menerima dana Otsus cukup besar, tapi daerah ini masih termiskin di Sumatera. "Kami meminta kepada Bapak Plt. Gubernur Aceh untuk membuka mata dan telinga agar bisa melihat dan mendengar jeritan rakyat. Saudara hari ini memimpin Aceh karena rakyat yang pilih, ingat itu," tegasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh melului Dinas Perkim menyatakan tahun anggaran 2019 telah membangun sebanyak 4.006 rumah layak huni dari target 5.000 unit lebih. Sedangkan tahun anggaran 2020 akan dibangun 5.700 rumah untuk kaum duafa di Aceh.[]

Laporan: Khairul Anwar

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.