22 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pemerintah Aceh Fokus Jaga 'Paru-Paru Dunia'

...

  • ANTARA
  • 12 March 2019 15:00 WIB

Ladang serai yang berada di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Senin (14/8/2017).  (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Ladang serai yang berada di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Senin (14/8/2017). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh menyatakan fokus untuk pengelolaan dan penjagaan terhadap kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuseur (TNGL) yang merupakan salah satu paru-paru dunia.

"Kawasan TNGL merupakan sebuah tempat yang menjadi paru-paru dunia, karenya kita bertekad untuk menjaga kelestarian hutan tersebut dengan membangun kerja sama dengan Uni Eropa dalam melakukan pengelolaannya," kata Plt. Sekda Aceh, Helvizar Ibrahim, di Banda Aceh, 11 Maret 2019.

Pernyataan itu dia sampaikan di sela-sela menerima kunjungan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guerend, ke Aceh. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Sekda Aceh di Banda Aceh.

Sekda Aceh mengatakan, di sana juga ada masyarakat dan pihaknya terus berupaya agar hutan tetap lestari dan masyarakat dapat sejahtera dengan segala pencahariannya.

Pertemuan itu juga turut membahas sejumlah isu lain, di antaranya pengelolaan kehutanan, ekonomi, Pemilu dan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh.

"Pemerintah Provinsi Aceh saat ini juga sedang berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat serta menekan angka kemiskinan," katanya.

Menurut dia, beragam program pembangunan yang diluncurkan bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, salah satunya meluncurkan dua lokomotif ekonomi yakni Kawasan Ekonomi Khusus di Lhokseumawe dan Kawasan Industri Aceh di Ladong, Aceh Besar.

Selain dua lokomotif ekonomi itu, kata dia, kelapa sawit juga menjadi sektor unggulan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.

Guerend mengatakan, tujuan kunjungan kerjanya ke provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu guna membahas sejumlah isu di antaranya mempelajari riwayat dan mekanisme kerja KKR Aceh, kemudian berkaitan dengan isu ekonomi, pengelolaan kawasan hutan Leuseur serta kondisi keamanan dalam masa kampanye pemilihan umum.

Reporter: M. Ifdhal.[]Sumberantaranews.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.