18 February 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pemerintah Aceh Harus Selamatkan Batu Nisan Peninggalan Sejarah

...

  • PORTALSATU
  • 28 January 2020 22:25 WIB

Tuanku Muhammad. Foto Khairul Anwar
Tuanku Muhammad. Foto Khairul Anwar

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh harus membentuk tim penyelamatan batu nisan peninggalan sejarah yang  tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Pasalnya, banyak batu nisan yang merupakan bukti sejarah di Aceh terancam hilang dan rusak akibat aktivitas pembangunan.

Hal itu disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Tuanku Muhammad, Selasa, 28 Januari 2020, di Banda Aceh. Dia merasa khawatir Aceh akan kehilangan bukti sejarah. Pasalnya, banyak batu nisan warisan sejarah di Banda Aceh, Aceh Besar, dan beberapa kabupaten lainya kini rusak parah.

"Kondisi ini sangat memprihatinkan disebabkan kurang perhatian dari Pemerintah Aceh. Seharusnya Pemerintah Aceh segera membentuk tim untuk mendata ulang, lokasi-lokasi mana yang paling banyak tersebar batu nisan itu," tegas Tuanku Muhammad.

Dia menyebutkan, pada batu nisan peninggalan sejarah itu terukir inskripsi tentang nama pemilik makam baik sultan maupun pemuka kerajaan lengkap dengan tahun wafatnya. Terpahat pula nasihat-nasihat hingga ayat-ayat Alquran.

"Dalam artefak itu jelas tertulis, nama-nama, juga perannya dalam puncak kepemimpinannya (dalam kerajaan Islam masa silam)," ujar Tuanku Muhammad.

Menurut dia, keterangan pada batu nisan itu  menggambarkan bagaimana dekatnya masyarakat Aceh dengan Islam. "Pada batu-batu nisan Aceh tertulis nasihat-nasihat mulai dari hidup hingga meninggal dunia".

"Batu nisan Aceh tidak bisa diduplikatkan kemudian diletakkan di museum. Kita harus memugar kembali makam-makam yang menjadi situs sejarah untuk menyelamatkan batu-batu nisan itu," ucap Tuanku Muhammad.[]

Penulis: Khairul Anwar

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.