11 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pemerintah Aceh Pulangkan Jenazah Warga Beureunuen yang Meninggal di Jakarta

...

  • portalsatu.com
  • 06 July 2020 17:15 WIB

Kepala BPPA Almuniza Kamal. Foto: Biro Humas Setda Aceh
Kepala BPPA Almuniza Kamal. Foto: Biro Humas Setda Aceh

JAKARTA - Pemerintah Aceh melalui Badan Perhubungan Pemerintah Aceh (BPPA) memfasilitasi pemulangan jenazah Zakaria (60), warga Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Pidie, dari Jakarta, Senin, 6 Juli 2020. Zakaria meninggal dunia di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi, Jakarta Timur, Minggu, 5 Juli 2020, sekira pukul 11.00 WIB. 

Kepala BPPA Almuniza Kamal, S.STP., M.Si., mengatakan pemulangan jenazah Zakaria menggunakan pesawat Batik Air melalui Bandara Soekarno-Hatta,Senin, 6 Juli 2020, sekitar pukul 07.45 WIB. "Sekitar pukul 10.35 WIB, jenazah almarhum sudah tiba di Aceh (Bandara Sultan Iskandar Muda). Selanjutnya dibawa pulang ke kampung halamannya di Beureunuen," kata Almuniza. 

Pemulangan jenazah ini, tambah Almuniza, seperti yang dilakukan BPPA sebelumnya merupakan amanah dari Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah. "Kita akan selalu memfasilitasi pemulangan jenazah warga Aceh yang meninggal di Jakarta atau Jabodetabek. Karena ini merupakan bagian dari fardu kifayah,” ujar Almuniza.

Zakaria selama ini tinggal di Jatinegara Kaum, Pulo Gadung, Jakarta Timur, bersama seorang istri dan memang sudah menderita berbagai penyakit.  "Sejak awal, almarhum sudah menderita berbagai macam penyakit. Sudah komplikasi, karena beliau juga sudah tua," kata Ketua Taman Iskandar Muda (TIM) Cabang Klender, Iswanda Rasyid, S.H., yang berada di lokasi.

Sebelum meninggal, tambah Iswanda, almarhum yang sehari-hari sebagai penjahit itu, tengah menjahit di rumahnya. "Namun, sekitar pukul 10.00 WIB (pagi kemarin), beliau tiba-tiba mengeluh sakit, dan langsung dibawa ke rumah sakit. Kemudian ada sekitar satu jam, beliau sudah meninggal," kata Iswanda. 

Almarhum selama ini, hanya tinggal bersama istri. Sementara tiga orang anaknya sudah menuntut ilmu di pesantren, dan tinggal di asrama. "Ia hidupnya hanya serba berkecukupan. Apalagi tempat tinggalnya di kawasan yang padat penduduk, jalan masuk ke rumahnya juga sangat sempit," ujarnya.

Iswanda menceritakan, almarhum aktif dalam organisasi paguyuban masyarakat Aceh di Jakarta, TIM. Apalagi ada kegiatan-kegiatan sesama masyarakat Aceh. 

"Almarhum sangat tinggi silaturrahminya, setiap ada kegiatan di TIM cabang beliau selalu hadir. Apabila ada musibah orang meninggal, almarhum hadir tanpa melihat status sosialnya, baik orang kurang mampu atau orang kaya," kisahnya. 

Selain itu, tambahnya, almarhum yang lebih dikenal dengan panggilan Pak Zek, dinilai sangat humoris dan bisa berteman dengan siapa saja, mulai dari yang muda hingga seumuran dengannya. 

"Kalau ada kegiatan di Meunasah Aceh di Klender, almarhum tidak segan-segan ikut membantu memasak, dan lainnya yang bisa almarhum dapat kerjakan," katanya. 

Iswanda menyebutkan, almarhum merantau ke Jakarta sejak terjadinya konflik di Aceh. Sejak tahun 1991 pula, almarhum membuka usaha menjahit di rumah kontrakannya guna memenuhi kebutuhan keluarganya.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.