08 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pemilik Lahan Gugat Pemkot, Begini Kondisi SMPN 9 Blang Mangat

...

  • Fazil
  • 20 November 2019 18:00 WIB

Foto: Fazil/portalsatu.com
Foto: Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE - Pemilik tanah lokasi SMP Negeri 9 Blang Mangat di Gampong Blang Weu Panjoe, Lhokseumawe, menggugat Dinas Pendidikan/pemerintah kota (Pemkot) setempat ke pengadilan pada tahun 2015. Putusan terhadap perkara perdata itu sudah berkuatan hukum tetap setelah keluar putusan Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh tahun 2016. Sesuai akta perdamaian, Pemko Lhokseumawe menjanjikan membayar ganti rugi tanah sekolah itu kepada pemilik lahan Rp1,8 miliar dari Perubahan APBK 2019. 

Lantas, bagaimana kondisi SMPN 9 Blang Mangat selama ini?

Pantauan portalsatu.com, sekolah tersebut berada di atas bukit, sekitar 50 meter dari jalan utama Gampong Blang Weu Panjoe, jalan dari Simpang Buloh, Cunda, Kecamatan Muara Dua tembus ke jalan jalur pipa gas di Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe. 

SMPN 9 Blang Mangat itu memiliki sejumlah bangunan, yakni musala, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), gabungan ruang Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), perpustakaan, laboratorium komputer, kantor dewan guru serta beberapa ruangan belajar siswa. Ada pula lapangan upacara di antara bangunan-bangunan SMP tersebut, yang sebagian sudah dipasang paving block.

Kepala Laboratorium Komputer SMPN 9 Blang Mangat, Normal, S.T., Selasa, 19 November 2019, mengatakan, sekolah ini dibangun tahun 2004 dan penerimaan siswa pertama tahun 2005. Awalnya, sekolah itu memiliki dua ruang belajar, kemudian tahun 2006 bertambah menjadi tiga lokal hingga penambahan ruangan UKS dan OSIS. Terakhir pembangunan sejumlah ruangan belajar tahun 2017. Luas lahan SMP itu sekitar 2 hektare.

"Saya mulai mengajar di sekolah ini tahun 2005. Ketika pertama berdiri SMPN 9 Blang Mangat ini jumlah siswa masih sedikit, puluhan orang, kalau secara pasti saya sudah lupa berapa. Sekarang keseluruhan siswa sebanyak 225 orang, umumnya anak-anak di gampong ini dan sekitarnya," kata Normal, yang memberi keterangan mewakili Kepala SMPN 9 Blang Mangat, Nurmahlia, S.Pd.

Namun, Normal mengaku tidak mengetahui secara pasti mengenai perkara gugatan perdata terkait lahan sekolah ini. "Soal lahan itu yang lebih paham mungkin Kepala SMPN 9 Blang Mangat yang pertama memimpin dulu," ujarnya.

Menurut dia, selama ini proses belajar mengajar di sekolah tersebut berjalan lancar. "Tenaga pengajar atau dewan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) 18 orang, dan guru honorer 22 orang. Alhamdulillah, jumlah siswa pun bertambah dibandingkan beberapa tahun lalu," ucap Normal.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota Lhokseumawe mengalokasikan anggaran Rp2,29 miliar lebih dalam Perubahan APBK (APBK-P) tahun 2019 untuk penanganan perkara gugatan perdata terkait tanah lokasi SMPN 9 Blang Mangat, Lhokseumawe. Dari jumlah itu, Rp1,8 miliar untuk membayar ganti rugi tanah milik M. Thaib Marhaban, warga Gampong Blang Weu Panjoe, Kecamatan Blang Mangat, yang menjadi lokasi SMPN 9. Sedangkan Rp499,195 juta untuk honorarium kuasa hukum Pemkot Lhokseumawe, termasuk biaya perjalanan dinas, ATK, dan lainnya.

Kepala Bagian Hukum Setda Lhokseumawe, Muksalmina, menjawab portalsatu.com, Selasa, 19 November 2019, mengatakan putusan terhadap perkara gugatan perdata terkait tanah sekolah itu sudah berkuatan hukum tetap setelah keluar putusan Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh pada tahun 2016. Dalam putusannya, PT Banda Aceh memperbaiki putusan Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe. PT memerintahkan agar tanah tersebut dikembalikan kepada Thaib Marhaban. Lalu, kedua pihak (tergugat dan penggugat) melakukan perdamaian. Dalam akta perdamaian itu, disepakati Pemkot Lhokseumawe bersedia membayar ganti rugi tanah milik Thaib Marhaban Rp1,8 miliar termasuk pajak. Sehingga dialokasikan dana tersebut dalam APBK-P tahun 2019.(Baca: Ini Kata Kabag Hukum Soal Pemkot Lhokseumawe Alokasikan Rp2,29 M Terkait Perkara Tanah)

Tgk. H. Muhammad Thaib Marhaban (80), penggugat terhadap Dinas Pendidikan/Pemkot Lhokseumawe terkait tanah lokasi SMPN 9 Blang Mangat, mengatakan, ia belum menerima pembayaran lahannya yang telah dijanjikan Pemkot ini senilai Rp1,8 miliar. Warga Gampong Blang Weu Panjoe, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, itu menyebut pihak Pemkot sudah menjanjikan akan membayar tanahnya sejak 2107-2018 lalu, tapi sampai sekarang belum direalisasikan.(BacaPemilik Tanah SMPN 9 Blang Mangat: Pemkot Sudah Berjanji Tapi Belum Membayar Ganti Rugi)[[

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.