10 April 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pemkab Aceh Utara Alokasikan Rp2 Miliar Antisipasi Covid-19

...

  • PORTALSATU
  • 23 March 2020 17:00 WIB

Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib. Foto: dok. Humas Setda Aceh Utara
Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib. Foto: dok. Humas Setda Aceh Utara

LHOKSUKON - Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib telah memerintahkan untuk ploting anggaran darurat bencana senilai Rp2 miliar kebutuhan mengantisipasi penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). 

“Dialihkan dari dana DAK fisik dan nonfisik, sekarang sedang kita koordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BKPD), juga kita konsultasi ke provinsi agar penggunaannya tidak bermasalah nantinya,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara Khalmidawati, M.Kes., didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Zulfitri, S.K.M., dan Kasie Pencegahan Penyakit Menular, dr. Achriani Fitri, Senin, 23 Maret 2020.

Khalmidawati menjelaskan, ploting anggaran Rp2 M merupakan persediaan awal sesuai arahan dan perintah Bupati Aceh Utara untuk antisipasi Covid-19. “Dana tersebut sudah kita dapat, sekarang sedang kita konsul dengan pihak provinsi untuk bisa segera kita gunakan,” ujar Khalmidawati yang turut didampingi Kabag Humas Setda Aceh Utara, Andree Prayuda, S.STP., M.A.P.

Menurut Khalmidawati, dana tersebut akan dipakai untuk sejumlah kebutuhan mendesak terkait penangkalan penyebaran virus tersebut, baik untuk Dinas Kesehatan, Puskesmas, maupun RSUD Cut Meutia. 

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin, S.K.M., mengatakan dana Rp2 miliar tersebut akan segera dipakai untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) petugas medis, pengadaan masker, sterilizer, pengadaan disinfektan untuk penyemprotan, serta biaya sosialisasi dan promosi kesehatan. Selain itu, biaya untuk memantau Orang Dalam Pemantauan (ODP), dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Bupati Aceh Utara sangat fokus dan serius dalam menangani virus corona ini,” kata Amir.

Menurut Amir, pihaknya membutuhkan bantuan dari semua pihak dalam menangkal penyebaran Covid-19. Masyarakat diminta untuk benar-benar menaati setiap imbauan yang dikeluarkan pemerintah, terutama untuk mengarantina diri selama 14 hari. Juga tidak menyebarkan informasi-informasi yang tak jelas, sehingga dapat memancing kegaduhan di tengah masyarakat. 

Sementara itu, Kasie Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Aceh Utara, dr. Achriani Fitri, kembali menjelaskan perbedaan tiga tingkatan status sebelum seseorang dinyatakan positif Covid-19. Yaitu, ODP, PDP dan orang ter-suspect. Menurut dia, ODP (orang dalam pemantauan) belum menunjukkan gejala sakit, tapi mereka pernah bepergian ke negara episentrum corona atau sempat melakukan kontak dengan orang diduga positif corona, sehingga harus dilakukan pemantauan.

Sedangkan PDP (pasien dalam pengawasan) adalah orang yang sudah menunjukkan gejala terjangkit Covid-19, seperti demam, batuk, pilek dan sesak napas. “PDP harus betul-betul diperlakukan dengan baik karena sudah jadi pasien,” ungkap Achriani Fitri.

Selanjutnya, kata Achriani, yang disebut ter-suspect adalah orang yang sudah menunjukkan gejala terjangkit corona dan juga diduga kuat telah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19. “Pasien suspect Covid-19 akan diperiksa spesimennya menggunakan dua metode, yaitu polymerase chain reaction (PCR) dan genome sequencing,” kata Achriani Fitri.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.