31 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pemko Banda Aceh Nilai Swab Massal tidak Efektif

...

  • Fakhrurrazi
  • 17 September 2020 17:25 WIB

Ilustrasi Covid-19. Foto: pixabay
Ilustrasi Covid-19. Foto: pixabay

Pemerintah Kota Banda Aceh menilai tes swab massal kurang efektif, meski demikian tracking akan terus dilakukan untuk mencegah penyebaran lonjakan kasus Covid-19.

BANDA ACEH - Kasus terkonfirmasi positif corona di Kota Banda Aceh terus bertambah. Untuk menekan lonjakan kasus positif virus corona di Ibukota provinsi Aceh, Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh telah mengeluarkan Perwal 51 tentang protokol kesehatan. Dalam perwal itu juga dimuat beberapa sanksi yang diberikan kepada pelanggar.

Kabag Humas Pemko Banda Aceh, Irwan mengatakan, upaya ini dilakukan sebagai bentuk langkah strategis untu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Kota Banda Aceh.

"Intinya kita ingin menerapkan 4M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan," katanya saat dihubungi portalsatu.com Kamis, 17 September 2020.

Selain peraturan Wali Kota, kata Irwan, langkah lain yang bakal dilakukan Pemko adalah melakukan tracking penyebaran Covid-19. Pihaknya bersama DPRK Banda Aceh akan menambah anggaran untuk mendapatkan PCR yang lebih banyak dengan bekerja sama dengan Laboratoriun Unsyiah. "Ke depan kita akan melakukan tracking yang lebih banyak, lebih ke tempat-tempat yang kita curigai," ujarnya.

Menurut Irwan, tes swab massal kurang efektif dilakukan, namun untuk penambahan tes swab itu sangat perlu dilakukan. Selama ini, kata Irwan tes swab hanya dilakukan kepada yang dicurigai kluster baru, kemudian baru dilakukan swab.

"Saya pikir untuk swab massal itu kurang efektif juga, disamping banyak menghabiskan reagon-nya yang enggak perlu di-swab ya tidak perlu," ungkapnya.

Irwan menjelaskan, jika disebuah instansi ada satu orang yang terpapar Covid-19, maka akan dilakukan swab kepadanya dan dilakukan tracking kontak erat dengan yang terpapar itu lalu dilakukan swab

"Misalnya ada yang terpapar di sebuah dinas, ada satu orang yang terpapar, satu orang itu dan yang kontak erat dengannya, maka itu yang kita swab dan kita tracking, yang bagian lain saya rasa tidak perlu," tuturnya.

Oleh karena itu, Pemko menilai tes swab massal kurang efektif dilakukan, disamping menghabiskan dana banyak, hasilnya juga kurang maksimal. 

"Saya pikir kita laksanakan swab reagonnya harus tetap tersedia untuk tracing-tracing tempat yang dicurigai ada kluster-kluster baru," pungkas Irwan.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.