19 January 2021

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pemkot Lhokseumawe Serahkan Pengungsi Rohingya kepada UNHCR

...

  • Fazil
  • 05 December 2020 07:00 WIB

Foto: Fazil
Foto: Fazil

LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Satgas Penanganan Pengungsi Rohingya menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pengungsi Rohingya di Balai Latihan Kerja (BLK), Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, kepada United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

Penyerahan mandat itu dilakukan Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, disertai penandatanganan bersama perwakilan UNHCR dan Satgas, di Aula Kantor Wali Kota setempat, Jumat, 4 Desember 2020, sore. Pihak UNHCR dihadiri Oktina Hafanti, Janet Puma dan Nurul. Turut hadir 

Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto, Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, Ketua Satgas Penanganan Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe, Ridwan Jalil, ACT dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Suaidi Yahya mengatakan, pihaknya telah menyerahkan warga Rohingya kepada UNHCR sebagai tanggung jawab sepenuhnya dari mereka. "Tujuannya supaya penanganan pengungsi Rohingya bisa diurus secara profesional. Kalau Pemerintah Kota Lhokseumawe mungkin agak keterbatasan, dengan ketentuan-ketentuan atau menurut undang-undang yang ada di pemerintah. Jadi, sebenarnya untuk wewenang sepenuhnya itu adalah UNHCR yang telah diamanatkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)". 

"Namun, kita tetap memantau dan selalu koordinasi, kita tidak lepas dari tanggung jawab atas pengungsi Rohingya tersebut. Tetapi yang kita serahkan hari ini (Jumat) adalah secara ketentuan itu memang di bawah UNHCR. Artinya, pengurusan atau pelayanan untuk para pengungsi secara profesional itu berhak dilakukan UNHCR," kata Suaidi Yahya kepada wartawan.

Suaidi berharap pihak UNHCR juga selalu berkoordinasi dengan Muspida terkait pengungsi Rohingya di BLK. Karena jika ada hal yang memang perlu diselesaikan tentunya Pemkot juga ikut membantu. Begitu juga dengan pengamanan terhadap pengungsi itu, UNHCR untuk koordinasi dengan pemerintah setempat supaya dapat diakomodir.

"Tapi sejauh ini kita belum tahu sampai kapan pengungsi Rohingya berada di sini (Lhokseumawe), kapan jadwalnya mereka akan dideportasi ke negara lain itu kita belum mengetahuinya," ucap Suaidi Yahya.

Staf Protection Associate UNHCR, Oktina Hafanti, menyebutkan pihaknya berterima kasih kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe atas supportnya selama ini, tentunya UNHCR tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

"Kita terus memerhatikan kehidupan pengungsi Rohingya yang ada di kamp. Juga kita tetap koordinasi dengan Pemkot segala sesuatu, karena Satgas juga masih ada yang mendukung kita," ujar Oktina.

Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kistiyanto, mengatakan setelah diserahkan pengungsi Rohingya kepada UNHCR, tentunya lembaga itu yang mengelola nantinya. "Dari segi pengamanan entah nanti mereka menyewa Satpam lokal dan lainnya. Yang jelas personel TNI kan di bawah Satgas maka usai itu diserahkan (Rohingya), personel pun sudah ditarik semua. Untuk keamanan semuanya dikoordinir oleh UNHCR, jika pun mereka membutuhkan bantuan keamanan tentu mereka harus menyurati terlebih dahulu".

"Kita mengimbau kepada UNHCR agar lebih waspada lagi terhadap oknum-oknum yang ada di dalam kamp, dan juga terhadap sindikat yang mengintai untuk menculik pengungsi Rohingya tersebut," ungkap Oke Kistiyanto.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2021 All Rights Reserved.