21 June 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Peng Gampong untuk Khanduri Tamat di Gampong Tinggalan Tgk Chik Di Paloh

...

  • PORTALSATU
  • 10 June 2018 20:01 WIB

@JAMALUDDIN/PORTALSATU.COM
@JAMALUDDIN/PORTALSATU.COM
@JAMALUDDIN/PORTALSATU.COM

LHOKSEUMAWE - Acara buka puasa bersama secara besar-besaran bersama khanduri (kenduri) tamat (khatam Alquran) merupakan kegiatan rutin tahunan pada setiap Ramadan di Gampong Paloh Dayah atau Meunasah (Mns.) Dayah, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, pelaksanaan itu terbantu dengan adanya peng (uang) gampong (dana desa). 

Demikian kata Pejabat Sementara (Pjs.) Geuchik Mns. Dayah, Tgk. Zainal Abidin, Sabtu, 24 Ramadan 1439H/9 Juni 2018. Zainal mengatakan, uang dari peng gampong tersebut hanya digunakan membeli satu ekor lembu, sedangkan untuk menyantuni anak yatim berasal dari sumbangan masyarakat yang terkumpul selama Ramadan.

“Di awal sebelum dikucurnya belanja ke gampong, hanya tersedia enam sampai delapan ekor kambing saja untuk kegiatan buka puasa bersama bersamaan khanduri tamat,” kata Zainal.

Hari itu, setelah menyantuni anak yatim dan buka puasa bersama, dilanjutkan salat tarawih, dan ditutup dengan tausiah oleh Tgk. Fachrurrazi Hamzah yang merupakan adik dari Tgk. Ni, Ketua KPA Wilayah Samudra Pase.

Di dalam tausiahnya, Tgk. Fachrurrazi mengajak masyarakat untuk memperbanyak ibadah. Selain puasa, salat, bersedekah, juga yang utama membaca Alquran.

Menurutnya, membaca Alquran bisa memberikan kontribusi dalam kehidupan, menerangi pikiran, masuk surga dengan tanpa hisab, dan di dunia ketika tua akan terhindar dari penyakit pikunan dan amnesia.

Terkait dengan malam Lailatul Qadar, Fachrurrazi mengatakan, siapa yang sempat salat sunah dua rakaat bertepatan pada saat Lailatul Qadar, adalah sama dengan beribadah seribu bulan atau sama dengan delapan puluh tiga tahun, dibukakan pintu surga, dan terbuka tujuh puluh tiga hijab.

Dengan karena banyaknya keistimewaan yang diperuntukkan bagi umat Nabi Muhammad SAW., diriwayatkan juga hingga Nabi Musa as., pun pernah minta untuk dijadikan sebagai umat Nabi Muhammad SAW.

Terkait dengan sebutan nama Gampong Meunasah Dayah, ‘dayah’ berasal dari kata ‘zawiyah’, gampong ini pernah menjadi basis aktivitas belajar-mengajar ilmu agama oleh Syiah Abdussalam bin Tu Praja Chik Meuleuweuek, atau sering dikenal dengan Tgk. Chik Di Paloh, yakni seorang ulama berasal dari Kota Seribu Wali, Hadramaut, Yaman.[]

Penulis: Jamaluddin

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.