23 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pengakuan Tersangka Pembunuh Pedagang Es Campur: Tertarik Pandangan Pertama Istri Korban

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 25 January 2019 09:30 WIB

Dua tersangka pembunuhan pedagang es campur di Aceh Utara. Foto: Cut Islamanda/portalsatu.com
Dua tersangka pembunuhan pedagang es campur di Aceh Utara. Foto: Cut Islamanda/portalsatu.com

LHOKSUKON - Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian  Milyardin menggelar konferensi pers terkait penangkapan dua tersangka pembunuhan terhadap Jajuli, 34 tahun, pedagang es campur di Gampong Ujong Kulam, Kecamatan Matangkuli. Dalam konferensi di Aula Tri Brata mapolres setempat, Kamis, 24 Januari 2019, dihadirkan tersangka Musliadi alias Adi dan Jamaliah.

Adi mengaku membunuh atas suruhan Jamaliah, pujaan hatinya yang tak lain merupakan istri korban. Adi mengaku khilaf dan menyesali perbuatannya.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, inilah yang bisa saya katakan. Saya khilaf. Saya menjalin hubungan dengan istri korban sekitar dua minggu (sebelum kejadian) dan kami berencana menikah. Saya sudah memiliki istri dan dua anak. Saya tertarik dengannya pada pandangan pertama,” ungkap Adi.

Menurut Adi, istri korban ikut melihat saat dirinya menghabisi korban dengan cara menggorok leher (korban) menggunakan sebilah parang. “Dia ikut melihat, tapi tidak ikut membantu,” ucap Adi.

Sementara itu, sejak awal konferensi pers digelar, tersangka Jamaliah, 30 tahun, istri korban hanya menundukkan wajah. Jamaliah terus menangis mendengar pengakuan Adi. Hingga konferensi pers selesai, Jamaliah memilih bungkam dan tidak menjawab satu pun pertanyaan awak media.

“Sejak awal kita tangkap hingga saat ini (Kamis, siang), tersangka Jamaliah tidak mengakui keterlibatannya. Dia terus membantah dan bersikukuh tidak terlibat atas pembunuhan suaminya, dia juga tidak mengakui memiliki hubungan spesial dengan tersangka Adi. Dalam pelariannya ke Banda Aceh, dia berganti nama menjadi Novi. Sebenarnya bukan hanya saat itu dia (Jamaliah) memakai nama Novi, sebelumnya dia juga sering memperkenalkan dirinya sebagai Novi. Bahkan akun medsos Facebook milik Jamaliah juga bernama Novinda P****, itu nama anaknya,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Utara Iptu Rezki Kholiddiansyah secara terpisah.

Sementara itu, Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, didampingi Waka Kompol Edwin Aldro mengatakan, tersangka Adi mengaku awalnya mengenal Jamaliah dari jejaring sosial Facebook, yang kemudian berlanjut pertemuan saat lebaran Idul Adha 2018.

“Selanjutnya terjalinlah hubungan asmara. Jamaliah sering curhat mengenai hubungan rumah tangganya dengan korban, bahkan dia mengaku sering dimarahi korban. Adi itu warga Gampong Matang Panyang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara,” jelas kapolres.

Saat kejadian pembunuhan tersebut, lanjutnya, “Jumat, 14 September 2018 pukul 19.00 WIB, Jamaliah menghubungi Adi untuk meminta pembuktian terkait rencana menghabisi nyawa korban. Berlanjut pukul 23.00 WIB, Adi meminta saksi ES mengantarnya ke rumah korban dengan menggunakan sepeda motor Scoopy. Setelah mengantar Adi, saksi ES langsung pulang. Kemudian, Adi dan Jamaliah saling berkomunikasi via handphone hingga akhirnya terjadilah pembunuhan tersebut,” jelas AKBP Ian.

Dalam perkara itu, pihak kepolisian telah mengamankan sejumlah barang bukti, yaitu sebilah parang yang digunakan untuk menggorok leher korban, satu handphone ASUS warna putih dan satu unit sepeda motor Scoopy yang digunakan saksi untuk mengantar tersangka ke rumah korban.

Handphone ASUS milik tersangka Jamaliah (istri korban) itu akan kita kirim ke forensik untuk memperjelas semua data percakapan antara kedua tersangka yang telah dihapus. Berdasarkan keterangan dari Adi, motif pembunuhan itu terjadi karena Jamaliah mencintai Adi hingga ada niatan untuk menikah setelah pembunuhan dan menguasai harta korban. Adi mengaku sudah pernah melakukan hubungan badan dengan Jamaliah,” pungkas AKBP Ian Rizkian.[]  

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.