15 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Pascainsiden Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan
Pengamanan di Aceh Timur dan Aceh Utara Diperketat, Kapolres: Jangan Sebarkan Video Kekerasan

...

  • PORTALSATU
  • 14 November 2019 08:40 WIB

Penjagaan di pintu Mako Polres Aceh Utara, 13 November 2019. Foto: istimewa
Penjagaan di pintu Mako Polres Aceh Utara, 13 November 2019. Foto: istimewa

BANDA ACEH - Kepolisian Resor Aceh Timur dan Polres Aceh Utara meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengamanan pascainsiden bom bunuh diri di Markas Komando Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu, 13 November 2019.

“Sesuai arahan Wakapolda Aceh adalah peningkatan kewaspadaan personel setiap individu dalam menjaga dan memelihara Kamtibmas untuk masyarakat,” ujar Wakapolres Aceh Timur, Kompol Warosidi, S.H., M.H., Rabu.

Terkait pengamanan markas komando atau mako, Wakapolres mengatakan peningkatan pengamanan sudah dilakukan jauh-jauh hari. “Secara sistem baik sistem manual, personel dan sistem teknologi seperti CCTV dan Gate System sebagai upaya pencegahan sudah dilaksanakan Polres dan Polsek jajaran,” jelasnya.

Sejumlah pintu masuk ke Polres Aceh Timur dijaga ketat personel berompi dan bersenjata lengkap. Akses masuk diperkecil. Masyarakat yang hendak masuk ke area Polres Aceh Timur menggunakan satu pintu di gerbang kanan sebelah penjagaan.

(Foto: Polres Aceh Timur)

Kabag Ops Polres Aceh Utara, AKP Syukrif I. Panigoro, mengatakan penjagaan di Mako Polres Aceh Utara seperti hari biasanya, sesuai standar operasional prosedur, namun dengan tingkat pengamanan disesuaikan. "Kita tingkatkan kewaspadaan dan pengamanan, baik di Mapolres, Mapolsek ataupun di Pos Lalu Lintas dalam pelaksanaan tugas jaga maupun saat memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya, Rabu.

Syukrif menyebutkan, penjagaan dilakukan mulai dari gerbang masuk ke kantor polisi. Setiap tamu yang datang harus melapor ke petugas. "Pelaksanaan patroli juga gencar dilakukan untuk mengantisipasi jangan sampai ada kejadian yang tidak diinginkan," tuturnya.

Kabag Ops mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap pendatang baru di wilayahnya seperti yang cenderung menutup diri, tidak mau terbuka latar belakangnya, keluarganya, serta mencurigakan guna antisipasi terjadinya aksi terorisme. "Bila mendapati hal-hal yang mencurigakan segera melapor ke pihak yang berwajib," katanya.

(Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro. Foto: Humas Polres Aceh Timur)

Jangan sebarkan foto/video kekerasan

Sementara itu, Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro, S.I.K., M.H., mendorong agar masyarakat memerhatikan dampak penyebaran konten berupa foto gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kapores Aceh Timur menyikapi insiden di Polrestabes Medan, Rabu. Dia menjelaskan, konten video yang mengandung aksi kekerasan melanggar Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Bunyinya adalah:

Pasal 29

Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.

Pasal 45B

Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun dan/atau denda paling banyak Rp750 juta.

“Oleh karena itu kami imbau dengan sangat agar masyarakat untuk tidak men-share konten foto/video kekerasan ke media sosial, cukup untuk pribadi,” ucap Kapolres Aceh Timur.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.