18 January 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Penggalian Pondasi RS Indonesia di Arakan Capai 50 Persen

...

  • portalsatu.com
  • 14 December 2017 10:10 WIB

Desain Rumah Sakit Indonesia yang tengah dibangun di Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State (Arakan), Myanmar untuk membantu muslim Rohingya. @Ist
Desain Rumah Sakit Indonesia yang tengah dibangun di Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State (Arakan), Myanmar untuk membantu muslim Rohingya. @Ist

YANGOON - Dalam rangka memberikan bantuan jangka panjang bagi masyarakat korban konflik di Rakhine State (Arakan), Myanmar, pembangunan Rumah Sakit Indonesia tepatnya di Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State (Arakan) terus berlanjut. Ir. Nur Ikhwan Abadi, Site Manager RSI, melaporkan bahwa pekerjaan pembangunan bangunan utama RS Indonesia berukuran sekitar 2.100 m2 saat ini dalam tahap penggalian pondasi dengan progress mencapai lebih 50 persen. 

“Progress penggalian pondasi rumah sakit sudah lebih dari 50 persen. Lebih dari 100 pondasi sudah selesai dari 200 pondasi yang direncanakan. Pondasi yang sudah dicor sampai dengan hari ini mencapai 10 titik,” terang Ikhwan.

“Para pekerja lokal yang terdiri umat Muslim dan Budha saat ini masih terus merakit besi-besi untuk pondasi, galian pondasi dan pengecoran lantai kerja (lean conrete) untuk lubang pondasi yang sudah selesai,” tambahnya.

Ditanya tentang kendala di lapangan, Nur Ikhwan menjelaskan bahwa sampai saat ini tidak ada kendala berarti dalam proses pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine, baik material maupun hal lainnya.

“Material sampai sekarang tidak ada masalah. Seminggu yang lalu besi-besi sudah datang lagi 7 ton. Batu dan pasir juga baru masuk 10 truk.” 

Meskipun sempat ada informasi temuan tiga bom di Mrauk U beberapa hari sebelumnya, bahkan satu bom sempat meledak yang menargetkan salah seorang Menteri saat sedang lewat di Mrauk U, namun menurut Ikhwan hal ini juga tidak mempengaruhi proses pembangunan. 

“Karena adanya informasi bom tersebut, memang kami sempat didatangi petugas keamanan setempat untuk ditanya identitas dan izin, namun Alhamdulillah kejadian ini tidak mengganggu proses pembangunan, pembangunan RS Indonesia tetap berjalan.” 

Ir. Nur Ikhwan Abadi (Site Manager) bersama Ir. Ahmad Fauzi (Site Engineer), keduanya adalah insinyur yang ditugaskan untuk mengawasi pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar hingga pembangunan rumah sakit selesai. Para insinyur ini dipercaya untuk mengawal pembangunan RS Indonesia di Rakhine karena keduanya sudah berpengalaman dalam pembangunan RS Indonesia di wilayah perang Jalur Gaza, Palestina.

Setiap hari, Ikhwan dan Fauzi mengunjungi lokasi pembangunan untuk mengawasi para pekerja dari kontraktor lokal yang berjumlah 30 – 40 orang per harinya. Pembangunan bangunan utama RS Indonesia diperkirakan memakan waktu hingga 10 bulan ke depan. 

Dukungan dan bantuan bagi program ini dapat disalurkan melalui :
Mandiri, 124.000.8111.982
BSM, 700.1306.833
BCA, 686.028.0009
Atas nama Medical Emergency Rescue Committee.[] (rel)

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.