26 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pentagon Sebut Laser China dan Rusia Ancam Satelit AS

...

  • LIPUTAN6
  • 12 February 2019 17:30 WIB

Markas Departemen Pertahanan AS atau Pentagon. (Wikipedia)
Markas Departemen Pertahanan AS atau Pentagon. (Wikipedia)

WASHINGTON DC - Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon, merilis laporan berjudul "Tantangan untuk Keamanan Angkasa Luar", 11 Februari 2019. Disebutkan, China dan Rusia menghadirkan ancaman bagi pertahanan (AS). Kedua negara disebut mengembangkan senjata laser yang berpotensi merusak satelit milik Negeri Paman Sam.

Ini bisa gawat. Sebab, dalam pertahanan AS, satelit memainkan peran signifikan.  Wahana antariksa buatan manusia itu digunakan dalam navigasi, penargetan serangan militer, pengumpulan data intelijen, serta memonitor berbagai potensi serangan dari musuh, termasuk mendeteksi serangan rudal balistik.

"China dan Rusia, khususnya, sedang mengembangkan berbagai cara untuk mengeksploitasi ketergantungan AS terhadap sistem berbasis antariksa dan menantang posisi AS di angkasa luar," kata laporan Badan Intelijen Pertahanan, dikutip dari CNN, Selasa (12/2/2019).

Secara gamblang dikatakan bahwa Beijing dan Moskow berpotensi mengembangkan senjata laser untuk "mengacaukan, menurunkan, dan merusak satelit serta sensor AS."

"China kemungkinan akan mengirim senjata laser berbasis darat yang dapat melawan sensor  yang berada di  rendah pada tahun 2020, dan pada pertengahan hingga akhir tahun 2020-an, negara itu bakal menerjunkan sistem tenaga lebih tinggi yang mampu memperluas ancaman pada struktur satelit non-optik," demikian laporan Pentagon memberikan prediksi yang lebih detail.

Sebelum menerbitkan laporan, Departemen Pertahanan telah menganalisis kemampuan angkasa luar yang dimiliki Rusia, China, Iran, dan Korea Utara.

Baru-baru ini, China memang meningkatkan program angkasa luar, salah satunya dengan melakukan penyelidikan di sisi jauh Bulan pada Januari lalu.

Sedangkan pada Juli 2018, Rusia dinyatakan telah mengirim senjata ke ruang angkasa yang dicurigai memiliki misi merusak satelit.

Peningkatan potensi ancaman telah menjadi alasan bagi administrasi Trump untuk menempatkan sensor yang lebih canggih di ruang angkasa.

Penulis: Siti Khotimah.[]Sumber: liputan6.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.