12 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Penyelenggara Sekolah Swasta di Gayo Lues Ini Berharap Belajar Tatap Muka Aktif Kembali

...

  • Win Porang
  • 31 May 2020 22:20 WIB

Marwan, Wakil Ketua MPD Gayo Lues yang juga salah satu penyelenggara sekolah swasta. Foto istimewa
Marwan, Wakil Ketua MPD Gayo Lues yang juga salah satu penyelenggara sekolah swasta. Foto istimewa

BLANGKEJEREN - Pemerintah Kabupaten Gayo Lues diminta segera membuat usulan ke Provinsi Aceh dan ditembuskan ke Pemerintah Pusat agar kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah bisa kembali aktif mulai 2 Juni 2020. Pasalnya, 14 Kabupaten/Kota di Aceh sudah dinyatakan bisa melaksanakan proses belajar tatap muka awal Juni 2020.

Hal itu disampaikan Marwan, SE., Wakil Ketua MPD Gayo Lues yang juga salah satu penyelenggara sekolah swasta di Blangkejeren, Minggu, 31 Mei 2020. Dia mengatakan, saat ini sekolah swasta sangat terdampak akibat diliburkannya seluruh sekolah selama pandemi Covid-19. Selain kesulitan meminta biaya SPP dari wali murid, gaji guru juga terpaksa dibayar setengah.

"Tapi barusan saya mendapat informasi bahwa Pidie Jaya, Aceh Singkil, Bireuen, Aceh Jaya, Nagan Raya, Subulussalam, Aceh Tenggara, Aceh Tenggah, Aceh Barat, Aceh Selatan, Sabang, Langsa, Aceh Timur dan Aceh Besar mulai masuk sekolah tanggal 2 Juni 2020 ini. Bagaimana dengan Gayo Lues yang tidak ada termasuk di dalamnya," kata Marwan.

Menurut Marwan, Pemerintah Daerah harus segera mengusulkan supaya proses belajar mengajar bisa kembali dilakukan dengan tatap muka di sekolah di Gayo Lues. "Jika daerah lain bisa, kenapa Gayo Lues tidak bisa melaksanakan sekolah seperti daerah lain itu, ujarnya.

Marwan menyebutkan, dampak sangat terasa akibat Covid-19 adalah prekonomian masyarakat dan sekolah swasta. "Jika sekolah tetap harus ditutup sampai tahun ajaran baru ini, kemungkinan guru-guru harus di-PHK, karena sekolah tidak sanggup lagi menggajinya, sementara oprasional hanya dari SPP siswa".

"Yang jadi pertanyaan sekarang, kenapa Gayo Lues tidak masuk ke dalam kelompok yang mengusulkan masuk sekolah awal Juni 2020 ini, sedangkan daerah lain yang sudah mengusulkan disetujui masuk sekolah awal bulan Juni ini," ucap Marwan.

Marwan menambahkan, belajar secara online di Gayo Lues sama sekali tidak efektif. Selain ada wali murid yang tidak memiliki telepon yang bisa mengakses internet, jaringan lelet, dan tak semua kawasan tersambung jaringan, biaya membeli paket internet juga dinilai sangat mahal.

"Jadi menurut kami, jalan satu-satunya adalah Pemerintah Daerah mengusulkan ke Pemerintah Provinsi, agar sekolah di Gayo Lues bisa melaksanakan belajar tatap muka dengan 14 Kabupaten/Kota lainya," pintanya.

Kepala Dinas Pendidikan Gayo Lues, Anwar, S.Pd., mengatakan Kabupaten Gayo Lues masuk ke dalam kelompok 10 Kabupaten/Kota yang menunggu surat edaran Gubenur, apakah belajar di rumah dilanjutkan atau BPKM di sekolah dimulai.

"Kita tidak mengusulkan ke Gubernur (agar belajar di sekolah mulai 2 Juni), karena surat edaran Gubenur tanggal 30 Mei 2020 sudah jelas belajar di rumah dilanjutkan. Melalui LPMP Provinsi Aceh memang ada meminta via WA untuk menginformasikan bahwa Kab/Kota yang akan memulai belajar di sekolah. Kita berpendapat jika tidak ada surat edaran lanjutan dari Gubenur secara otomatis kita akan belajar di sekolah mulai tanggal 2 Juni 2020," kata Anwar.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.