02 June 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Perangkat Gampong Berumur 20 Hingga 42 Tahun, Tamatan SMU

...

  • ZAMAH SARI
  • 10 January 2020 22:00 WIB

ilustrasi pelantikan (Ainur Ochiem/Radar Bojonegoro)
ilustrasi pelantikan (Ainur Ochiem/Radar Bojonegoro)

SIGLI - Perangkat Gampong diwajibkan minimal berijazah Sekolah Menengah Umum (SMU) atau sederajat dan berumur antara 20 hingga 42 tahun. Mereka diangkat dan diberhentikan kepala desa atau keuchik. 

Hal itu diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 67 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Pasal 2 ayat 1 Permendagri tersebut menyebutkan Perangkat Desa diangkat oleh Kepala Desa dari warga warga yang telah memenuhi persyaratan umum dan khusus. Ayat 2, adapun persyaratan umum yang dimaksud pada ayat 1 adalah: a. berpendidikan paling rendah sekolah menengah umum atau sederajat; b. berusia 20 (dua puluh) tahun sampai dengan 42 (empat puluh dua) tahun; c. dihapus; d. memenuhi kelengkapan persyaratan administrasi.

Ayat 3, persyaratan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat 1 yaitu persyaratan yang bersifat khusus dengan memperhatikan hak asal usul dan nilai sosial budaya masyarakat setempat dan syarat lainnya.
Ayat 4, persyaratan khusus sebagaimana dimaksud ayat 3 ditetapkan dalam peraturan daerah.



Untuk menjalankan aturan tersebut, Camat Pidie, Miswar, S.Sos., Kamis, 9 Januari 2020, dalam rapat dengan para keuchik di Aula Kantor Camat, meminta kepada keuchik segera menindaklanjuti amanah Permendagri tersebut.  

"Sesuai Permendagri, saya harapkan kepada para keuchik segera mengikuti untuk mengangkat aparatur berijzah SMU sederajat dan umur mulai 20 tahun hingga 42 tahun," pintanya dalam rapat pertanggungjawaban Progam Inovasi Desa (PID) Kecamatan Pidie Tahun 2019. 

Miiswar bahkan meminta keuchik agar pada pengajuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) tahun 2020 wajib melampirkan daftar nama aparatur beserta ijazah yang telah dilegalisir. Jika tidak dilampirkan maka pihaknya tidak memverifikasi APBG. 

"Saya ingatkan kepada keuchik pada pengajuan APBG 2020 harus dilampirkan daftar aparatur dan ijizahnya. Kami tidak akan evaluasi jika tidak ada daftar nama aparatur, " tegas Miswar. 

Miswar menyebutkan, aturan itu tidak berlaku untuk Tuha Puet dan Keuchik. Hanya berlaku kepada perangkat di bawah keuchik seperti Sekdes, para Kaur, Bendahara dan para Kepala Dusun.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.