26 October 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Peringatan Hari Damai di Meuligoe Wali Nanggroe, Massa Ingin Kibarkan Bendera Bintang Bulan

...

  • PORTALSATU
  • 15 August 2020 23:00 WIB

Foto: Qahar
Foto: Qahar

BANDA ACEH – Peringatan Hari Damai Aceh yang dipusatkan di Meuligoe Wali Nanggroe Aceh di Banda Aceh, 15 Agustus 2020, diwarnai kericuhan antara sekelompok massa yang terdiri dari masyarakat dan KPA dengan aparat keamanan TNI dan Polri  yang bertugas mengamankan rangkaian agenda peringatan 15 tahun perdamaian Aceh. 

Kericuhan terjadi ketika semua agenda kegiatan peringatan Hari Damai Aceh usai dilaksanakan. Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar, Ketua KPA/PA H. Muzakir Manaf (Mualem), Ketua DPRA H. Dahlan Jamaluddin dan Kapolda Aceh Irjen Pol. Wahyu Widada akan menuju Langkahan, Aceh Utara, menggunakan helikopter untuk menghadiri kegiatan peringatan Hari Damai di sana sesuai agenda yang telah diatur.

Saat itulah massa bergerak memasuki area Meuligoe Wali Nanggroe tepatnya ke arah tiang bendera untuk mengibarkan bendera Bintang Bulan. Keinginan massa tersebut langsung dihalau oleh aparat keamanan TNI dan Polri, kericuhan pun tidak dapat dihindari. Aparat keamanaan sempat menyita sejumlah bendera Bintang Bulan yang dibawa massa.

Juru Bicara  KPA Pusat, Azhari Cage, menjelaskan ia kemudian turun langsung ke tengah-tengah massa untuk menenangkan keadaan. Massa kemudian meminta dirinya untuk mengambil kembali bendera Bintang Bulan yang disita aparat keamanan. “Kita kemudian melakukan perundingan dalam hal ini dengan Dandim dan Kapolres, bendera tersebut kemudian diserahkan kembali,” kata Azhari Cage. 

Azhari membantah bahwa massa mengejar Wali Nanggroe dan Mualem. “Massa hendak menuju tiang bendera, yang posisinya searah dengan helikopter yang ditumpangi Wali Nanggroe dan Mualem,” ujarnya.

Mengutip pernyataan salah seorang massa kepada dirinya, Azhari menyebutkan, mereka hanya ingin menaikkan bendera Bintang Bulan di salah satu tiang bendera yang ada di Kompleks Meuligoe Wali Nanggroe Aceh. “Aparat keamanan tidak mengizinkan itu (pengibaran bendera Bintang Bulan), kemudian terjadilah sedikit kericuhan,” kata Azhari.

(Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar menggunakan helikopter untuk menghadiri kegiatan peringatan hari damai Aceh di Aceh Utara. Foto: Qahar)

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Kerja Sama Lembaga Wali Nanggroe, M. Nasir, S.IP., MPA., menjelaskan hal serupa, kericuhan terjadi karena keinginan sejumlah massa yang ingin menaikkan bendera Bintang Bulan dan dihalangi oleh aparat keamanan. “Begitu memasuki Kompleks Meuligoe Wali Nanggroe, massa yang membawa bendera Bintang Bulan langsung menuju arah tiang bendera untuk mengibarkan Bintang Bulan,” kata Nasir.

Nasir menjelaskan, terkait keberangkatan Wali Nanggroe dan rombongan menggunakan helikopter ke Aceh Utara merupakan agenda yang telah ditetapkan dalam schedule peringatan 15 Tahun Perdamaian Aceh. “Selesai kegiatan di Kompleks Meuligoe Wali Nanggroe, Paduka Yang Mulia dan rombongan langsung terbang ke Aceh Utara karena di sana juga ada sejumlah agenda yang harus dihadiri Wali Nanggroe,” sebutnya.[](rilis)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.