13 December 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


''Peringatan Milad GAM Tanpa Bendera dan Upacara Militer''

...

  • MHD SAIFULLAH
  • 03 December 2017 22:19 WIB

SABANG - Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan, mengimbau warga Aceh untuk tidak mengibarkan bendera bulan bintang maupun upacara militer dalam memperingati Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 4 Desember 2017 besok. Dia berharap masyarakat lebih mengedepankan kegiatan bermanfaat jika tetap memperingati hari bersejarah bagi daerah Aceh tersebut. 

“Ketua PA Pusat, pak Mualem (Muzakir Manaf), juga juru bicara PA, Adi Laweung, mengintruksikan supaya tidak ada pengibaran bendera bulan bintang besok. Kemudian instruksi itu diminta untuk milad tahun ini dilakukan dengan acara syukuran, doa, zikir, serta kegiatan sosial berupa menyantuni anak yatim dan melakukan silaturahim,” kata Kombes Pol Goenawan saat dikonfirmasi portalsatu.com melalui selular, Minggu, 3 Desember 2017 malam.

Goenawan mengatakan polisi siap memberikan pelayanan apabila peringatan tersebut dilakukan dengan aktivitas yang bermanfaat. Selain itu, dia juga meminta masyarakat untuk menyerahkan bendera bulan bintang kepada pihak keamanan.

“Kita rekom dengan kita berikan pelayanan. Kita akan mengadakan patroli dialogi kemudian dengan masyarakat kita silaturahim, dan kawan-kawan mantan pejuang itu. Kemudian kita juga menghimbau untuk menyerahkan bendera bulan bintang bagi yang masih menyimpan,” katanya lagi.

Polisi akan terus memantau peringatan Milad GAM terutama di wilayah-wilayah yang kurang mendapat perhatian. Hal itu dilakukan untuk mengurangi adanya kegiatan peringatan berdirinya GAM yang dilakukan ala militer.

“Dan kita akan memantau daerah-daerah terisolir dan terpencil yang selama ini jauh dari pantauan petugas, kita akan datang ke sana. Manakala ada pengibaran (bendera bulan bintang), kita akan ajak tokoh-tokoh serta alim ulama atau tengku-tengku dan masyarakat, untuk bersama-sama menurunkan,” katanya lagi.

Seperti diketahui, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah mengesahkan penggunaan bendera Bulan Bintang sebagai bendera daerah di Aceh. Namun, Qanun Lambang dan Bendera Aceh ini masih terganjal di persetujuan pusat. Akibatnya pembahasan qanun yang sudah ketuk palu itu hingga saat ini masih cooling down.

Para legislator asal Aceh, terutama dari Fraksi Partai Aceh, telah berulangkali meminta kejelasan Pusat terkait nasib Qanun Lambang dan Bendera tersebut. Apalagi banyak masyarakat di Aceh yang mulai mempertanyakan keabsahan penggunaan bendera Bulan Bintang sebagai bendera daerah seperti diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh.[]

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.