22 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Di Aceh Utara
Peringati Maulid, Cisah dan Pelisa Meuseuraya di Makam Keturunan Rasulullah

...

  • PORTALSATU
  • 21 November 2018 10:30 WIB

Foto: Adialam
Foto: Adialam
Foto: Adialam
Foto: Adialam
Foto: Adialam

LHOKSEUMAWE - LSM Center of Information for Samudra Pasai Heritage (Cisah) dan Pelajar Peduli Sejarah Aceh (Pelisa) memperingati Maulidurrasul dengan melakukan pembersihan kompleks pemakaman ahlulbait Rasulullah, di Gampong Mancang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, 12 Rabiul Awal 1440 H / 20 November 2018. Masyarakat setempat menyebut kompleks makam itu 'Jeurat Sayyid Syarif'.

Kompleks makam Sayyid 'Imaduddin 'Ali Al-Husainiy Al-Hasaniy itu berlumpur setelah digenangi banjir akibat meluapnya air Sungai (Krueng) Pase, 17 November 2018.

Sebelum meuseuraya (gotong royong) untuk membersihkan kompleks makam tersebut, kegiatan memperingati maulid diawali dengan sirah sejarah hubungan Kesultanan Sumatra dan ahlul bait Rasulullah, yang disampaikan oleh Sukarna Putra, Wakil Ketua Cisah. Selanjutnya, pembacaan shalawat atau barzanji yang biasa dilantunkan saat perayaan maulid, dan ditutup dengan doa bersama dipimpin oleh Tgk. Muhammad bin Ilyas.

"Seusai doa bersama, kita bersama para pelajar yang tergabung dalam Pelisa, membersihkan makam ahlulbait terawal dengan monumen makam (cenotaph) yang terbuat dari pualam milik salah seorang tokoh penting Kesultanan Sumatra (Samudra Pasai) keturunan Rasulullah SAW. Nisan ini sendiri dipesan khusus dari Bandar Khambhat (Cambay)-Gujarat, oleh otoritas Kesultanan pada abad ke-15 M. Dan sampai saat ini, jika menilik pada tahun wafatnya (827 H / 1424 M) yang terdapat dalam inskripsi nisannya, beliau adalah keturunan Rasulullah (ahlulbait) yang terawal di Asia Tenggara yang tercatat berdasarkan bukti prasasti," kata Ketua Cisah, Abdul Hamid.

Abdul Hamid akrab disapa Abel Pasai melanjutkan, pemilik makam itu adalah keturunan Rasulullah yang memiliki jalur nasab sekaligus dari kedua cucunya yaitu Sayyidina Husain r.a., dan Sayyidina Hasan r.a., seperti yang tercantum dalam inksripsi nisannya. Makam beliau berada di kompleks pemakaman yang disebut oleh masyarakat sebagai 'Jeurat Sayyid Syarif', lokasinya persis di Jalan Medan - Banda Aceh, kurang lebih 70 meter sebelah timur Sungai Pasai (Krueng Pase), di Gampong Meunasah Mancang, Kecamatan Samudera.

Merujuk hasil bacaan inskripsi nisan beliau oleh sejarawan dan sekaligus ahli epigrafi asal Aceh, Tgk. H. Taqiyuddin Muhammad, Lc., yang pernah dirilis Cisah, berikut ini alih aksara dan bahasa pada prasasti nisan itu:

'Inilah kubur hamba yang lemah, yang semoga dirahmati lagi diampuni, yang mengharap pada rahmat Allah Yang Maha Pemberi segala bantuan. Wafat tuan yang 'alim, sempurna, utama, zuhud, bertaqwa dan suci [hatinya] Sayyid 'Imaduddin 'Ali bin Sayyid 'Izzuddin bin Ishaq Al-Husainiy Al-Hasaniy pada hari jum'at 19 dari bulan Muharram tahun 827 [dari hijrah Nabi SAW]'.

"Oleh karena begitu pentingnya peran beliau dalam proses dakwah Islamiyyah di kawasan Asia Tenggara dahulu, makam beliau kami rekomendasikan untuk dapat dikunjungi oleh setiap Muslim yang sempat datang ke Aceh," ujar Abel Pasai.[](rel)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.