22 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Peringati Maulid Nabi, PKH Simpang Keuramat Santuni Anak Yatim

...

  • Fazil
  • 31 December 2018 19:30 WIB

@Fazil
@Fazil

ACEH UTARA - Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Simpang Keuramat menggelar peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, di Kantor Camat Simpang Keuramat, Kabupaten Aceh Utara, Senin, 31 Desember 2018, sore.

Dalam kegiatan itu juga dilakukan penyantunan kepada 52 anak yatim dari 16 gampong di kecamatan setempat. Selain itu, dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhaammad tersebut, juga diisi ceramah oleh Tgk. Nasruddin, S.H.I., MA., dihadiri anggota DPRK Aceh Utara, Tgk. Fauzan Hamzah, Camat Simpang Keuramat, Iskandar, S.STP., MSP., Kapolsek Simpang Keuramat, Ipda Abdul Aziz, Pendamping PKH, Siti Sarah, S.HI., Muspika serta para ibu yang merupakan penerima bantuan PKH di kecamatan setempat.

Ketua Panitia, Samsul Bahri, S.IP., mengatakan, peringatan maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan salah satu kegiatan terbesar pertama sekali dilakukan di kecamatan tersebut. Kata dia, tentu pihaknya ke depan akan terus mengupayakan kegiatan serupa lainnya untuk dilaksanakan khususnya di kecamatan setempat.

"Dalam momentum peringatan maulid Nabi, kita juga menyantuni sebanyak 52 anak yatim yang diambil dari Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Simpang Keuramat," kata Samsul Bahri, kepada portalsatu.com, Senin.

Koordinator Kecamatan (Korcam) Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Simpang Keuramat, Awaluddin, S.Pd., menyebutkan, PKH merupakan program nasional dan kegiatan yang dilakukan memang sudah terstruktur dengan baik. Namun dalam PKH ini bisa berinovasi dengan dilakukan sosialisasi kembali kepada masyarakat berkenaan program-program yang ingin dilakukan.

"Menyangkut program dari PKH, bahwa target akhirnya pemerintah ingin menyelesaikan permasalahan kemiskinan yang ada di Indonesia pada umumnya. Metodenya kalau dari PKH itu sendiri diambil dari dua aspek, yaitu kesehatan dan pendidikan," ujar Awaluddin.

Artinya, lanjut Awaluddin, setiap penerima manfaat PKH wajib mengantarkan ataupun memberikan pendidikan yang layak kepada anaknya, baik bagi anak SD, SMP, dan SMA sederajat. Sedangkan dari aspek kesehatan, setiap penerima manfaat PKH itu harus hadir minimal ke posyandu bagi balita, dan apabila sakit maka wajib dirujuk ke Rumah Sakit yang telah disediakan pemerintah seperti Puskesmas dan lainnya.

"Karena ketika masyarakat ini terlalu sering berkonsultasi dengan dokter pribadi, otomatis mereka (masyarakat) harus mengeluarkan biaya. Maka oleh sebab itu, pada PKH ini diarahkan kepada fasilitas (Rumah Sakit) yang telah disediakan oleh pemerintah secara gratis baik Puskesmas maupun Rumah Sakit Umum," ungkap Awaluddin.

Selain itu, Awaluddin menjelaskan, dari aspek program PKH tersebut, ketika masyarakat sudah sejahtera ataupun anak-anak berpendidikan tinggi, secara tidak langsung bahwa generasi berikutnya tidak lagi miskin. Karena sistem pemerintah pemahamannya bahwa masyarakat miskin karena tidak memiliki pendidikan, ketika masyakarat sudah berpendidikan dengan baik minimal taraf hidupnya akan naik. 

"Intinya, tujuan PKH untuk meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial. Juga mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan miskin, serta mengurangi kemiskinan dan kesenjangan antar kelompok pendapatan," ujar Awaluddin.

Sementara itu, Anggota DPRK Aceh Utara, Tgk. Fauzan Hamzah, mengungkapkan, bahwa pihaknya bersama Pemerintah Aceh Utara senantiasa memperjuangkan hak-hak masyarakat di daerah tersebut, dan sudah banyak kegiatan dilakukan untuk masyarakat demi kemakmuran itu sendiri.

"Apalagi selama ini biaya pendidikan gratis yang disediakan oleh pemerintah. Untuk itu, kita berharap kepada orangtua agar memberikan atau mengantatkan anak-anak ke tempat pendidikan yang layak baik untuk pendidikan sekolah maupun pasantren (dayah). Jangan sampai generasi penerus bangsa akan terabaikan dari pendidikan begitu saja, dan itu yang tidak kita inginkan," ungkap Tgk. Fauzan.

Menurut Tgk. Fauzan, dalam membina anak-anak ini perlu diberikan ilmu pengetahuan secara baik dan maksimal, baik untuk ilmu pendidikan agama maupun ilmu pengetahuan umum lainnya. "Saya sangat berharap dan terlebih di Kecamatan Simpang Keuramat agar para orangtua tetap memerhatikan anaknya untuk memberikan pendidikan yang layak, dengan adanya program PKH ini semoga dapat semakin menumbuhkembangkan taraf hidup masyarakat tersebut," ujarnya.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.