11 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Peringati May Day, Mahasiswa Desak Disnaker Aceh Barat Bentuk Mediator

...

  • Rino
  • 01 May 2019 14:20 WIB

Aksi May Day di Meulaboh. Foto Rino
Aksi May Day di Meulaboh. Foto Rino

ACEH BARAT - Mahasiswa di Kabupaten Aceh Barat mengisi May Day dengan unjuk rasa dan teaterikal di Bundaran Pelor Meulaboh, Rabu, 1 Mei 2019.

Mahasiswa dari organisasi intra dan ekstra kampus menuntut beberapa hal. Di antaranya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2015 tentang Pengupahan dihapus.

Selanjutnya, outsourcing ditiadakan karena praktik alih daya ini dinilai sebagai pengisapan di mana pengusaha mengambil untung dengan mempekerjakan tenaga kerja kontrak tanpa dijamin haknya.

Tuntutan lainnya menolak PHK sepihak serta meminta diberlakukan jaminan sosial, bukan asuransi sosial. 

"Kami mendesak Dinas Tenaga Aceh Barat menyediakan mediator dalam jangka waktu 30 hari kerja, terhitung 2 Mei. Selain itu, mengawasi seluruh perusahaan yang ada di Aceh Barat," ujar Koordinator Aksi, Ida Zulbaidah, di Bundaran Pelor Meulaboh, seperti terpantau portalsatu.com, Rabu, 1 Mei 2019.

Mediator dinilai penting mengingat perselisihan hubungan industrial di kabupaten itu meningkat belakangan ini. Selama ini, mediasi masih ditengahi mediator dari provinsi.

"Banyak sekali pelanggaran yang dilakukan perusahaan. Disnaker Aceh Barat harus membentuk mediator. Agar setiap pelanggaran dapat diawasi pemerintah. Keringat kita mahasiswa hari ini tidak berarti dibanding keringat buruh yang tumpah. Hidup buruh," pekik seorang orator bernama Deni Setiawan.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.