09 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Perkara Eksploitasi Anak di Lhokseumawe Disidangkan

...

  • Fazil
  • 12 November 2019 23:00 WIB

Foto: Fazil/portalsatu.com
Foto: Fazil/portalsatu.com

LHOKSEUMAWE - Pasangan suami istri Muhammad Ismail (39) dan Uli Grafika (34), yang menjadi terdakwa perkara dugaan eksploitasi dan penganiayaan terhadap anaknya yang masih di bawah umur, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe, Selasa, 12 November 2019.

Sidang pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fakhrillah, S.H., itu dipimpim Hakim Ketua, Jamaluddin, S.H., didampingi Hakim Anggota, Mukhtar, S.H., M.H., dan Mukhtari, S.H., M.H., dihadiri kedua terdakwa didampingi penasihat hukumnya dari LBH Bhakti Keadilan, Munawir, S.H.

JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, Fakhrillah, kepada wartawan usai sidang, mengatakan Muhammad Ismail merupakan ayah tiri korban (anak di bawah umur), dan Uli Grafika adalah ibu kandung korban. Kedua terdakwa yang merupakan warga hokseumawe didakwa telah melakukan eksploitasi ekonomi terhadap anak, melanggar Pasal 88 Jo Pasal 76 huruf i Jo Pasal 13 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Menur

Selain itu, JPU Fakhrillah juga mendakwakan kedua terdakwa telah melakukan kekerasan terhadap anak, melanggar Pasal 80 Ayat (1) dan Ayat (4) Jo Pasal 76 c Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Kedua terdakwa juga didakwa telah melakukan kekerasan psikis terhadap anak, melanggar Pasal 45 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang  Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

"Ancaman hukuman yang diatur dalam ketentuan undang-undang terhadap masing-masing pasal itu adalah di atas lima tahun. Setelah kita (JPU) membacakan surat dakwaan, maka agenda selanjutnya nanti pembuktian terhadap apa yang telah kita dakwakan kepada kedua terdakwa," ujar Fakhrillah.

Untuk itu, kata Fakhrillah, pihaknya akan menghadirkan saksi-saksi dalam sidang pekan depan untuk dimintai keterangan sebagai pembuktian apa yang telah JPU dakwakan terhadap perbuatan terdakwa.

"Rencananya kita akan menghadirkan tiga atau empat saksi, tentu saksi-saksi yang mengetahui dan melihat sendiri perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa," ungkap Fakhrillah.

Penasihat Hukum kedua terdakwa, Munawir, menyebutkan, piaknya tidak mengajukan keberatan terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), sehingga dapat dilanjutkan sidang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi pada pekan depan.

"Selanjutnya kita pelajari pasal-pasal yang didakwakan oleh JPU, kita pelajari lebih detail lagi nantinya," ujar Munawir.

Setelah pembacaan surat dakwaan JPU terhadap kedua terdakwa, majelis hakim menetapkan sidang berikutnya dengan agenda menghadirkan saksi-saksi dari JPU pada Selasa, 19 November 2019 mendatang.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.