24 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Perkara Irwandi Yusuf: Pengusaha Ini Mengakui Kembalikan Rp1,2 Miliar ke Negara

...

  • DETIK
  • 12 February 2019 14:30 WIB

Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf. Foto: Ari Saputra/detikcom
Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf. Foto: Ari Saputra/detikcom

JAKARTA - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf disebut pernah meminta pengusaha PT Takabeya Perkasa, Mukhlis, membuat buku tabungan dan ATM. Mukhlis langsung menutup rekening itu yang masih ada uang Rp1,4 miliar setelah KPK menangkap Irwandi. Mukhlis kemudian mengembalikan Rp1,2 miliar ke negara atas saran KPK.

Pengakuan tersebut disampaikan Muhklis ketika bersaksi dalam perkara terdakwa Irwandi Yusuf di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 11 Februari 2019.

Muklis menjelaskan, setelah ia membuat buku tabungan dan ATM atas permintaan Irwandi, lalu diserahkan kepada Gubernur Aceh itu. "ATM, PIN, maupun m-banking saya kasih ke Irwandi. Waktu itu bukunya saya nggak tahu lagi karena buku pernah saya kasih ke Irwandi, entah, saya enggak tahu bukunya ke mana," kata Muhklis.

Jaksa juga mempertanyakan kepada Mukhlis terkait transaksi uang ke beberapa orang, termasuk Fenny Steffy Burase, dalam catatan rekening ATM. Namun Mukhlis mengaku tidak mengetahui transaksi tersebut. "Enggak pernah tahu. Saya tahu ada dari orang bank suruh ditandatangani bukti setor ke perusahaan, itu sudah disetor, tinggal tanda tangan. Orang bilang untuk kepentingan Irwandi," ujar Mukhlis.

Mukhlis membantah modus tersebut untuk memberikan suap kepada Irwandi. Menurutnya, uang yang berada di ATM merupakan pinjaman dari Irwandi. "Dia minta bilang, Mukhlis, kalau ada uang, minta bantu sebentar, saya bilang, kalau ada, boleh," kata dia.

Setelah Irwandi ditangkap KPK, Mukhlis mengaku langsung menutup rekening ATM itu. Dalam ATM itu masih ada uang tersisa Rp1,4 miliar. Saat pemeriksaan KPK, Mukhlis mengembalikan uang Rp1,2 miliar ke KPK.

"Ada dana Rp1,4 miliar. Itu arahan penyidik waktu itu yang dikirim oleh Irwandi kepada saya Rp1,2 miliar disuruh disetor balik ke negara," kata Mukhlis.

Dalam sidang itu, duduk sebagai terdakwa Irwandi Yusuf, Teuku Saiful Bahri, dan Hendi Yuzal. Irwandi didakwa menerima suap Rp1 miliar dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Uang tersebut, disebut jaksa, dimaksudkan agar Irwandi Yusuf menyetujui program pembangunan dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018. Irwandi menerima uang tersebut melalui Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri.

Selain itu, Irwandi didakwa menerima gratifikasi Rp41,7 miliar selama menjabat Gubernur Aceh. Irwandi menjabat Gubernur Aceh periode 2007-2012 dan periode 2017-2022.[]Sumber: detik.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.