13 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Perkara Korupsi Pengadaan Ternak: Penyidik Sudah Rampungkan Berkas Rekanan Ini

...

  • Fazil
  • 07 December 2018 20:30 WIB

ilustrasi. Foto: istimewa
ilustrasi. Foto: istimewa

LHOKSEUMAWE - Penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Lhokseumawe sudah merampungkan hasil pemeriksaan saksi-saksi termasuk ahli untuk berkas perkara ES, Direktur CV Bireuen Vision, terkait dugaan korupsi pengadaan ternak bersumber dari APBK Lhokseumawe tahun 2014. ES merupakan salah satu rekanan pelaksana dalam pengadaan ternak tersebut.

"Pemeriksaan terhadap yang bersangkutan (ES) sudah rampung semua, baik itu berupa keterangan saksi, dokumen maupun saksi ahli sudah dilakukan pemeriksaan. Jadi, nanti tinggal digelar perkara untuk ditetapkan sebagai tersangka," kata Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim, Iptu Riski Andrian, menjawab portalsatu.com, Jumat, 7 Desember 2018, sore.

Menurut Riski, direncanakan gelar perkara dilakukan antara akhir tahun 2018 dan awal 2019. Setelah gelar perkara untuk menetapkan ES sebagai tersangka, kata Riski, nantinya baru diputuskan apakah dilakukan penahanan atau tidak berdasarkan pertimbangan penyidik. Intinya, Riski menegaskan, berkas ES sudah rampung.

Ditanya apakah ada tersangka lainnya, Riski mengatakan, setelah digelar perkara nanti baru dapat dipastikan berapa jumlah dan siapa tersangkanya. "Dan juga terkait pasal apa dijerat, baru bisa diketahui dari hasil gelar perkara tersebut," ujarnya.

"Begitu pula terhadap dia (ES), sejauh ini belum dapat disampaikan dijerat pasal mana. Nantilah setelah perkara itu digelar kita lihat," kata Riski.

Menurut Riski, berdasarkan pengakuan ES dari hasil pemeriksaan bahwa perusahaan itu bukan miliknya. ES mengaku hanya meminjam perusahaan tersebut (CV Bireuen Vision).

Diberitakan sebelumnya, penyidik Polres Lhokseumawe mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Nomor: SPDP/88/VI/2018/Reskrim tanggal 28 Juni 2018 kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. SPDP itu terkait penyidikan terhadap ES, direktur perusahaan 'BV' (CV Bireuen Vision), dan kawan-kawan.

Jauh hari lalu, penyidik sudah menetapkan tiga tersangka dari Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian (DKPP) Lhokseumawe dalam perkara korupsi pengadaan ternak itu. Ketiga tersangka tersebut kini menjadi terdakwa yang berkas perkaranya sedang disidangkan di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, yakni terdakwa Rizal (mantan Kepala DKPP), Dahlina (mantan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan/PPTK), dan Ismunazar (mantan Pejabat Pembuat Komitmen/PPK pada DKPP Lhokseumawe).

Perkara korupsi pengadaan ternak (lembu dan kambing) besumber dari APBK Lhokseumawe tahun 2014 senilai Rp14,5 miliar, menurut hasil audit BPKP Perwakilan Aceh, merugikan keuangan negara Rp8,1 miliar lebih. (Baca: Mantan Kepala DKPP Dituntut 8 Tahun, PPTK dan PPK Masing-masing 7 Tahun Penjara)[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.