17 February 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Perkara Korupsi Pengadaan Ternak: Penyidik Tetapkan Tersangka Baru Dalam Pekan Ini

...

  • Fazil
  • 07 February 2019 14:45 WIB

Ilustrasi. Foto: istimewa/net
Ilustrasi. Foto: istimewa/net

LHOKSEUMAWE - Penyidik akan menetapkan tersangka baru kasus dugaan korupsi pengadaan ternak bersumber dari APBK Lhokseumawe tahun 2014 senilai Rp14,5 miliar yang menurut hasil audit BPKP Perwakillan Aceh merugikan keuangan negara Rp8,1 miliar lebih. Penetapan tersangka dari pihak rekanan akan dilakukan penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Lhokseumawe melalui gelar perkara dalam pekan ini.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, Iptu Riski Andrian, mengatakan, pihaknya sudah merampungkan berkas penyidikan terhadap ES, Direktur CV Bireuen Vision, terkait kasus tersebut. ES merupakan salah satu rekanan pengadaan ternak tersebut. Dalam berkas itu, kata Riski, tercantum hasil pemeriksaan terhadap 15 saksi termasuk ahli.

"Intinya berkas perkara ES sudah siap, tinggal kita gelar perkara untuk penetapan tersangka. Digelar perkara itu untuk ditetapkan sebagai tersangka, siapa saja yang menjadi tersangka. Setelah itu kita panggil sebagai tersangka," kata Riski menjawab portalsatu.com, Kamis, 7 Februari 2019.

Menurut Riski, awalnya direncanakan gelar perkara pada Rabu, 6 Februari 2019 (kemarin). "Cuma lagi penuh kegiatan lainnya sehingga dikondisikan waktunya, dalam pekan ini. Setelah ditetapkan tersangka, lalu dimasukkan ke dalam berkas untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Polres Lhokseumawe mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Nomor: SPDP/88/VI/2018/Reskrim tanggal 28 Juni 2018 kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. SPDP itu terkait penyidikan terhadap ES, Direktur perusahaan 'BV' (CV Bireuen Vision), dan kawan-kawan.

Jauh hari lalu, penyidik sudah menetapkan tiga tersangka dari Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian (DKPP) Lhokseumawe dalam perkara korupsi pengadaan ternak itu. Ketiga tersangka tersebut kemudian menjadi terdakwa yang disidangkan di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, yakni Rizal (mantan Kepala DKPP), Dahlina (mantan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan/PPTK), dan Ismunazar (mantan Pejabat Pembuat Komitmen/PPK pada DKPP Lhokseumawe).

Majelis hakim akhirnya menjatuhkan vonis lima tahun empat bulan pidana penjara untuk Rizal dalam sidang, 14 Desember 2018. Ia dihukum pula membayar denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan. Hakim juga menjatuhkan vonis terhadap Dahlina dan Ismunazar masing-masing empat tahun tujuh bulan pidana penjara. Dahlina dan Ismunazar turut dihukum membayar denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan.

Hakim menyatakan ketiga terdakwa itu terbukti bersalah sebagaimana dakwaan primer dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Yakni, melanggar pasal 2 ayat (1), juncto pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Baca: Korupsi Pengadaan Ternak: Ini Vonis Hakim Terhadap Mantan Kepala DKPP, PPTK dan PPK)

Informasi diterima portalsatu.com, putusan itu sudah berkekuatan hukum tetap karena JPU dan ketiga terdakwa tidak mengajukan banding. Ketiga terdakwa pun menjadi terpidana.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.