18 August 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pernyataan Sikap DKA Terkait Kasus Kekerasan di ISBI Aceh

...

  • MHD SAIFULLAH
  • 07 June 2017 23:00 WIB

BANDA ACEH - Dewan Kesenian Aceh (DKA) angkat bicara terkait kasus pemukulan dua dosen Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, saat berlangsungnya demonstrasi di kampus tersebut pada 2 Juni 2017 lalu. Pemukulan dua dosen oleh oknum polisi tersebut dinilai memprihatinkan dan mendapat sorotan publik karena dilakukan di hadapan mahasiswa.

"Realitas ini mengusik rasa kemanusiaan kita. Bagaimana mungkin di sebuah pendidikan tinggi, di bulan Ramadhan, untuk sebuah demonstrasi damai dan dilakukan di dalam lingkup kampus yang memiliki otonomi harus diselesaikan oleh aparat keamanan?," ujar Ketua DKA, Nur Maida Atmadja melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Rabu, 7 Juni 2017.

Menurutnya kekeraaan yang dilakukan aparat keamanan di dalam kampus, menjadi tanda bangkitnya praktik Orde Baru di dunia perguruan tinggi. Apalagi aparat keamanan bisa mengintervensi dengan bebas urusan internal kampus.

"Terlebih lagi kasus pemukulan yang menimpa dua orang dosen yang juga pekerja seni, dan salah seorangnya pengurus Dewan Kesenian Sabang (DKS), menjadi perhatian kami sebagai pengurus Dewan Kesenian Aceh (DKA)," katanya lagi.

DKA sebagai representasi para seniman dan pekerja seni Aceh merasa perlu menyampaikan pandangan, bahwa cara-cara barbar merespons sikap kritis tak pantas hidup di institusi kesenian dan kebudayaan. "Hal itu juga menunjukkan lemahnya kedewasaan pimpinan ISBI Aceh untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dengan cara-cara bijaksana," kata Nur.

Nur Maida juga menjelaskan, berdirinya ISBI tidak terlepas dari adanya peran DKA sebagai inisiator dan fasilitator. Proses pembentukannya, di samping untuk membangun infrastruktur pendidikan seni yang mumpuni dan mengembangkan kualitas pengajaran, penelitian, dan ekspresi seni di Aceh, juga menjadi upaya menyebarkan budaya santun dan tamaddun. 

"Jika kekerasan malah dipertunjukkan, menjadi tanda bahwa pimpinan ISBI Aceh tidak memahami sejarah pembentukan perguruan tinggi ini," katanya.

Berkaitan dengan itu, maka DKA meminta kepada pimpinan ISBI Aceh untuk menjaga warisan kebudayaan yang sudah lahir di tanah Serambi Mekkah tersebut. Dia juga meminta publik Aceh untuk memikirkan tentang pengembangan ISBI agar sesuai dengan sejarah pembentukannya. 

"Sebagian pendidik dan mahasiswa di ISBI Aceh adalah rekan-rekan yang tergabung di dunia kesenian di Aceh dan juga pengurus Dewan Kesenian. Praktik kekerasan itu jauh dari peradaban yang selama ini kami tumbuhkan dalam pergaulan sesama seniman dan juga dalam pengelolaan Dewan Kesenian, baik di DKA atau Dewan Kesenian kabupaten kota," katanya lagi.[]

Editor: BOY NASHRUDDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.