21 September 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Perwal Banda Aceh Penegakan Hukum Prokes Diterapkan, Razia Dimulai

...

  • Fakhrurrazi
  • 15 September 2020 17:30 WIB

Aminullah Usman. Foto: dok./istimewa
Aminullah Usman. Foto: dok./istimewa

BANDA ACEH - Peraturan Wali Kota (Perwal) Banda Aceh Nomor 51 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, resmi diterapkan mulai hari ini, Selasa 15 September 2020, 

Hal tersebut merupakan hasil keputusan rapat Forkopimda Banda Aceh dan SKPK terkait di Balee Keurukon, Balai Kota Banda Aceh, Senin, 14 September 2020.

"Sesuai hasil kesepakatan bersama Pak Kapolresta dan Dandim 0101/BS, mulai hari ini kita gelar razia sekaligus penerapan sanksi,” kata Wali Kota Aminullah Usman.

Menurut Aminullah, masa sosialisasi perwal yang memuat sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan 4M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan sudah selesai. 

“Sudah waktunya kita operasi. Razia dan penindakan mulai diterapkan sore ini. Sebelumnya pada pagi hari digelar apel dan pembekalan petugas," jelasnya.

Petugas yang turun ke lapangan terdiri dari Satpol PP/WH, Polri, TNI, serta sejumlah unsur dinas terkait. “Saat razia, sanksi langsung diterapkan di tempat, apakah denda atau kerja sosial untuk memberi efek jera,” kata Aminullah.

Aminullah meminta dukungan dan menginbau masyarakat menjalankan protokol kesehatan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona.

"Lokasi razia kita start dari Masjid Raya Baiturrahman dan tempat-tempat keramaian lainnya termasuk warkop. Ini kita lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, demi keselamatan kita bersama,” ujarnya.

Penjelasan lebih teknis disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Banda Aceh Bachtiar. Dalam razia dan penindakan/sanksi dimaksud pihaknya akan menurunkan tim gabungan 10 polisi, 10 TNI, 25 Satpol PP/WH, petugas BPBD 6 orang, dan petugas Dishub 6 orang.

“Razia dan penerapan sanksi ini akan kita berlakukan mulai hari ini hingga Desember nanti. Dalam rentang waktu itu, kita akan lakukan evaluasi setiap bulannya. Adapun lokasinya sudah kita tentukan di seputar Masjid Raya Baiturrahman, Pasar Aceh, Peunayong, Jalan Daud Beureueh, Jalan Teuku Umar, Taman Sari, hingga ke warkop-warkop,” jelas Bachtiar.

Perwal 51 mengatur soal sanksi bagi para pelanggar prokes 4M. Bagi perorangan yang melanggar Perwal 51 akan dikenai sanksi berupa kerja sosial, yaitu membersihkan fasilitas umum dan tempat ibadah paling lama dua jam, atau dikenai denda Rp100.000.

Sementara sanksi adat, dilaksanakan pemerintah gampong dalam hal pelanggaran 4M di tempat ibadah dan fasilitas umum. Sanksinya berupa mengaji atau menghafal surat pendek, mengumandangkan azan di tempat ibadah selama satu minggu bagi pelanggar laki-laki, dan mengikuti pengajian di gampong selama empat hari berturut-turut. "Bagi nonmuslim menyesuaikan".

Bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, penanggung jawab tempat dan fasilitas umum akan dikenai denda administrasi Rp250.000 untuk usaha kecil dan Rp500.000 terhadap usaha menengah dan besar. Sanksi lebih berat bisa dihentikan sementara operasional hingga pencabutan izin usaha.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.