25 November 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Petinggi OPM Saling Tuding soal Rencana Serang Indonesia

...

  • VIVA
  • 12 January 2017 16:15 WIB

Pasukan Organisasi Papua Merdeka dengan bendera mereka/Ilustrasi. (VIVAnews/Banjir Ambarita)
Pasukan Organisasi Papua Merdeka dengan bendera mereka/Ilustrasi. (VIVAnews/Banjir Ambarita)

Sejumlah petinggi Organisasi Papua Merdeka saling menuding dan menyalahkan berkaitan siaran pers organisasi itu yang mengancam dan berencana menyerang Indonesia.

Sebby Sambom, Juru Bicara Internasional OPM, merilis siaran pers mengatasnamakan sang Panglima Tertinggi, Jenderal Goliat Tabuni, mengenai ancaman perang terbuka terhadap militer Indonesia pada 19 Desember 2016. Goliat menegaskan tidak pernah memberikan pernyataan seperti itu, dan bahkan tidak pernah memerintahkan Sebby membuat ultimatum kepada Indonesia.

Di tempat lain, Panglima OPM wilayah Lapago, Enden Wanimbo, membela langkah atau inisiatif Sebby sebagai bagian dari perjuangan kemerdekaan Papua. Dia justru mencemooh Goliat yang, menurutnya, mulai melenceng dari garis perjuangan OPM.

Goliat, saat dikonfirmasi pada Kamis, 12 Januari 2017, menuding Sebby merilis siaran pers tanpa koordinasi. "Dia (Sebby Sambom) itu orang Mamberamo, tidak boleh keluarkan pernyataan sembarangan." Dia bahkan mencurigai ada kelompok di dalam OPM yang berniat mengganti atau mengkudetanya sebagai Panglima Tertinggi OPM.

Sebby menyerang balik Goliat. Dalam organisasi nasional untuk perjuangan Papua Merdeka, katanya, tidak ada pembedaan wilayah pegunungan atau pantai. "Semua yang berjuang untuk Papua Merdeka adalah satu," ujarnya.

Dia mencurigai pernyataan Goliat itu sebenarnya dibuat Anton Tabuni, karena tak mengesankan karakter asli Goliat. Lagi pula, dia menegaskan langkahnya merilis siaran pers itu didasarkan keputusan forum tertinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

"Maka tidak ada niat oleh siapapun untuk menggantikan posisi Panglima Tinggi OPM. Kecuali Konferensi Tahunan TPNPB bisa buat apa saja, artinya mengganti panglima atau tidak," kata Sebby.

Sebby mengingatkan, dia ditunjuk sebagai Juru Bicara Internasional OPM berdasarkan surat mandat 16 September 2006. Goliat pun pernah memberikan surat mandat untuk melakukan langkah-langkah diplomasi luar negeri pada Mei 2011, kala itu dia masih dipenjara.

"Kalau saja Goliat Tabuni menyangkal, berarti itu beliau tipu diri sendiri, karena saya yang mengangkat nama Goliat Tabuni di seluruh dunia. Saya pikir, hal itu yang bicara Anton Tabuni,  bukan Goliat Tabuni," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Enden Wanimbo mengakui juga tak mengetahui siaran pers tentang rencana menyerang Indonesia, tetapi dia memahami langkah Sebby sebagai bagian dari perjuangan.

Enden menuding Goliat sudah mengubah ideologi dan simbol gerakan yang bertentangan dengan garis perjuangan Papua Merdeka. "Itu yang kami tidak setuju dengan orang tua Goliat Tabuni; dia ubah ideologi dan simbol-simbol perjuangan," ujarnya.

Kalau ada pernyataan akan berencana menyerang Indonesia, kata Enden, bisa saja itu pernyataan OPM di wilayah lain tapi sebenarnya satu tujuan. "Ya, musuh kami bersama adalah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), dan kami siap perang terbuka dengan militer indonesia," katanya.

Enden juga mengklaim bahwa sekarang yang menjabat Panglima Tertinggi OPM adalah Puron Wenda. "Sekarang Puron yang Panglima semua wilayah OPM. Goliat Tabuni hanya pegang wilayah Tingginambut, sedangkan saya wilayah Lapago," ujarnya.

Goliat tak menanggapi klaim Enden tentang jabatan Panglima Tinggi OPM. Dia hanya mengakui memang sedang mengusahakan kemerdekaan Papua melalui jalur diplomasi. "Kami sedang melakukan diplomasi dengan Sekjen PBB (Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa) dan Presiden Timor Leste untuk membantu kemerdekaan Papua."

OPM bersama negara Kepulauan Solomon dan Australia, katanya, juga sedang berjuang melalui keondoan atau budaya di PBB. "Jadi, kami tempuh jalur diplomasi," katanya. | sumber : viva

Editor: IHAN NURDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.