26 August 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pilot Tempur Rusia Dimanjakan Kacamata Tembus Pandang Segala Medan

...

  • VIVA
  • 21 March 2019 17:00 WIB

Helikopter Serang Rusia MI-28NE. Foto : DefenceTalk
Helikopter Serang Rusia MI-28NE. Foto : DefenceTalk

Rusia menciptakan teknologi kacamata malam atau night vision goggles (NVG) bagi pilot helikopter serang dan transportasi militer. Kacamata yang dipasang helm dari tipe GEO-ONV1 ini telah digunakan oleh pilot helikopter Mi-8/17/24 dan Ka-52 di Suriah.

Mengutip situs TASS, 21 Maret 2019, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan, ilmuwannya berhasil meningkatkan karakteristik konverter elektro-optik dan membuat perangkat generasi ketiga yang tidak kalah, dan bahkan, melampaui milik Amerika Serikat dengan beberapa karakteristik.

Kacamata malam GEO-ONV1 dirancang tidak hanya untuk menembakkan persenjataan, tetapi memungkinkan pasukan untuk menentukan titik lepas landas dan pendaratan di situs kasar secara aman. Kacamata ini juga berfungsi untuk orientasi selama penerbangan malam hari.

“Saat ini hanya dua negara, Rusia dan AS, yang menguasai produksi secara massal konverter elektro-optik generasi ketiga. Teknologi ini telah diasimilasi oleh dua perusahaan di setiap negara, termasuk Geofizika-NV Research and Production Enterprise, yang telah menciptakan GEO-ONV1 yang saat ini digunakan secara efektif di Suriah," demikian keterangan dari juru bicara Kemenhan Rusia.

Sebagai informasi, pada 12 April 2016, Helikopter Serang Mi-28N ‘Night Hunter’ jatuh di Suriah, menewaskan dua pilot. Kecelakaan udara telah menjadi satu-satunya korban non-tempur Mi-28N sampai saat ini.

Kementerian Pertahanan Rusia menyebut insiden ini terjadi ketika pilot kehilangan arah selama penerbangan di malam hari di atas daerah yang 'tidak memiliki fitur dan sangat kompleks'.

Menurut mereka, pilot helikopter mengoperasikan Mi-28N dengan kacamata ONV-1 Skosok yang diproduksi pada 1990-an.

Menyusul hasil penyelidikan, maka semua penerbangan helikopter yang memakai kacamata Skosok dilarang dan seluruh pilot mendapat GEO-ONV1 untuk diujicobakan di lapangan.

Penulis: Lazuardhi Utama.[]Sumberviva.co.id

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.