15 November 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pimpinan Majelis Zikir dari Samarinda Ziarah Makam Sultan Samudra Pasai

...

  • PORTALSATU
  • 18 October 2018 21:20 WIB

H. Rulli dari Samarinda ziarah makam Amir Husen (Raja Pasai), di Gampong Maddi, Kecamatan Nibong. @Cisah
Camat Nibong Fauzi Harun saat menyambut kunjungan H. Rulli dari Samarinda. @Cisah
H. Rulli dari Samarinda ziarah makam Amir Husen (Raja Pasai), di Gampong Maddi, Kecamatan Nibong. @Cisah
Jalan menuju situs makam bersejarah di Nibong. @Cisah
H. Rulli dari Samarinda ziarah makam sultan Samudra Pasai di Kecamatan Samudera. @Cisah

LHOKSUKON - H. Rulli Hasan (36), Pimpinan Majelis Zikir Nur Muhammad, yang berada di bawah Majelis Al- Hikmah asal Samarinda, Kalimantan Timur, berziarah ke beberapa situs sultan dan ulama Kerajaan Samudra Pasai di Nibong, dan Samudera, Aceh Utara, 17 Oktober 2018.

Kunjungan H. Rulli bersama rekannya, Fahruzaini (25), disambut Camat Nibong, Fauzi Harun, S.IP., didampingi Ketua Program Inovasi Desa (PID) Nibong, Abd. Hamid, Ketua MAA Nibong, Tgk. Zaibuddin, tokoh KPA Tgk. Rasyidin, dan beberapa geuchik setempat.

Dalam sambutannya, Camat Fauzi, mengatakan pihaknya merasa terharu atas kunjungan pihak majelis zikir dari Samarinda. Ia menilai sebuah kecintaan yang luar biasa dari H. Rulli Hasan, di mana gerak langkah nan jauh dari Kalimantan Timur memprioritaskan Aceh sebagai tempat ziarah.

"Ternyata kegiatan meuseuraya (di kompleks makam peninggalan era Samudra Pasai) yang dipelopori oleh Muspika Nibong beberapa hari yang lalu, kini secara tidak langsung berdampak pada minat masyarakat Nusantara untuk datang dan berkunjung ke berbagai situs sejarah di sini," ujar Fauzi.

Camat Fauzi bersama Abd. Hamid, Tgk. Zaibuddin, dan Tgk. Rasyidin, dipandu Wakil Ketua LSM CISAH, Sukarna Putra, kemudian mengantarkan H. Rulli ke situs makam Amir Husen (Raja Pasai) yang wafat tahun 830 Hijriah/1421 Masehi, di Gampong Maddi, Kecamatan Nibong.

Dari Nibong, rombongan kemudian menuju Kecamatan Samudera, untuk ziarah makam Sultan Al-Malik Ash-Shalih, dan makam raja/sultan maupun ulama era Samudra Pasai lainnya.
 
H. Rulli Hasan yang mengaku baru kali ini ke Aceh, merasa sangat bahagia bisa sampai ke kawasan peninggalan Samudra Pasai. Menurutnya, banyak jemaah Majelis Al-Hikmah di Samarinda berkeinginan bisa mengunjungi Aceh. Di mana telah diketahui bahwa Aceh merupakan negerinya para aulia.

"(Kunjungan) ini langkah awal yang dipercayakan oleh jamaah kepada saya untuk melihat Aceh dari dekat. Saya seperti berada di sebuah negeri yang besar akan nilai sejarah Islamnya, dan berita (yang kami dapatkan di kawasan tinggalan Samudra Pasai) ini jauh dari perkiraan kami sebelumnya. Insya Allah, kami akan kembali bersama jamaah kemari," ujar H. Rulli.

H. Rulli mengatakan, setelah dirinya mengunjungi Aceh Utara, kini ia mengetahui sungguh sangat besar peran Kerajaan Samudra Pasai dalam memajukan pendidikan dan penyebaran Islam di Nusantara pada masa silam.

"Sebagai penerus yang hari ini kita telah mencicipi nikmatnya iman dan Islam, sudah selayaknya kita menjaga dan mengunjungi situs makam-makam bersejarah ini," kata H. Rulli.

Menurut H. Rulli, Majelis Al-Hikmah di Kota Samarinda, selama ini aktif melaksanakan kegiatan pengajian, shalawatan/maulid Rasul, dan kunjungan ziarah ke makam-makam ulama.

Usai ziarah ke beberapa situs makam bersejarah, malam harinya H. Rulli bersama rekannya, Fahruzaini, bermalam di Dayah Darul Falah, Pulo, Syamtalira Aron, Aceh Utara. Mereka ingin menikmati suasana dayah di Aceh. Mereka disambut Pimpinan Dayah Darul Falah, Waled Mustafa M. Isa, yang juga pakar ilmu falaq di MPU Aceh Utara.

Jalan berlumpur

Saat menuju lokasi beberapa situs sejarah di Nibong, mereka harus berjalan kaki karena kondisi jalan berlumpur. Selain itu, masih minim akses menuju  lokasi situs sejarah. "Semoga ke depan Pemerintah Aceh Utara lebih serius dalam menciptakan destinasi wisata sejarah seperti yang diamanahkan oleh pemerintah pusat. Mengingat betapa besarnya aset kesejarahan yang dimiliki Aceh Utara ini," kata Wakil Ketua CISAH, Sukarna Putra.

CISAH berharap Pemerintah Aceh Utara segera memperbaiki jalan menuju situs sejarah di Nibong, mengingat ke depan akan semakin ramai wisatawan Nusantara dan mancanegara yang akan berkunjung ke kawasan ini.

"Karena ini kunjungan awal, dan mereka (H. Rulli) merupakan pimpinan majelis yang beranggotakan ribuan jamaah, dan berkomitmen akan mengunjungi Aceh. Menurut mereka, selama ini informasi mengenai Aceh yang mereka dapatkan di sana sangat minim dan bertolak belakang dengan apa yang terdapat di lapangan," kata Sukarna Putra.[](rel)

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.