20 June 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


PKPM Latih Perlindungan Anak bagi Penyuluh Agama Islam Gampông

...

  • PORTALSATU
  • 23 May 2017 11:10 WIB

ilustrasi keceriaan anak-anak
ilustrasi keceriaan anak-anak

BANDA ACEH - Pusat Kajian Pendidikan dan Masyarakat (PKPM) Aceh, bekerja sama dengan Restorative Justice Working Group (RJWG) dan Unicef menggelar Pelatihan Perlindungan Anak Berbasis Adat.

Pelatihan ini diberikan bagi Penyuluh Agama Islam dan Penceramah Agama Islam yang berbasis di beberapa desa di Aceh Besar dan Banda Aceh selama dua hari sejak Senin-Selasa, 22-23 Mei 2017.

Fasilitator kegiatan dari Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Aceh Firdaus D. Nyak Idin mengatakan, pelatihan ini ditujukan kepada Penyuluh Agama Islam dan Penceramah Agama Islam karena melihat peran strategis yang dapat dilakukan oleh penyuluh dan penceramah dalam melakukan upaya pencegahan terjadinya kekerasan dan perlakuan salah terhadap Anak.

"Pelatihan ini diisi oleh para narasumber berkompeten seperti Badruzzaman selaku Ketua Majelis Adat Aceh, Prof. Eka Srimulyani Dosen Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry, dan Nyak Arief Fadhillah dari KPPAA," katanya kepada portalsatu.com, Senin, 22 Mei 2017.

Dalam kesempatan ini Ketua MAA Badruzzaman memberikan materi tentang Perindungan Anak Berbasis Komunitas dalam Pandangan Adat Aceh. Materi ini mengungkap adat Aceh punya kearifan yang sejak dulu ada bagaimana melakukan perlindungan Anak.

Sementara Prof. Eka Srimulyani menyampaikan materi tentang Peran Keluarga dalam Perlindungan Anak dalam Perspekstif Psikologi Islam. Materi ini memberikan tekanan pada pentingnya keluarga dalam melakukan upaya perlindungan anak, terutama dalam hal melakukan mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak.

"Sedangkan Nyak Arief Fadhillah mengangkat topik mengenai peran KPPAA dalam memperkuat perlindungan anak berbasis adat dan keluarga. Sekaligus melakukan sosialisasi kelembagaan KPPA."

Pelatihan ini, kata Firdaus, menghasilkan tiga rekomendasi, yaitu perlunya melibatkan penyuluh atau penceramah agama Islam dalam kegiatan-kegiatan perlindungan anak. Selain itu, juga perlu memperkuat peran adat Aceh dalam gerakan perlindungan anak.

"Terakhir perlu adanya penguatan kapasitas keluarga dalam perlindungan anak," kata dia.[] (*sar)

Editor: IHAN NURDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.