21 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Plt. Gubernur Tolak PT EMM, Aktivis: Ini Bukanlah Titik Akhir Perjuangan

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 12 April 2019 09:30 WIB

@Portalsatu.com
@Portalsatu.com

LHOKSUKON - Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, akhirnya meneken surat pernyataan menolak PT EMM pada Kamis, 11 April 2019, sore. Nova siap turun dari jabatannya jika melanggar pernyataannya.

BacaUcapkan 'Bismillahirrahmanirrahim', Plt. Gubernur Aceh Teken Pernyataan Tolak PT EMM

Muslem Hamidi, salah seorang aktivis mahasiswa mengucapkan selamat atas perjuangan para mahasiswa dan rakyat Aceh yang telah melakukan aksi penolakan terhadap perusahaan tambang tersebut. Namun, kata dia, perjuangan belum berakhir.

"Ini bukti bahwa kontrol sosial masih sangat kuat di Aceh. Kontrol elemen sipil ini harus disadari oleh pemerintah pusat, bahwa rakyat Aceh sudah bersatu dan jangan lagi dibohongi dengan praktik-praktik korporasi yang merugikan rakyat Aceh," ujar Muslem yang juga mantan Ketua BEM Universitas Malikussaleh (Unimal) dalam keterangan tertulis kepada portalsatu.com, Kamis, 11 April 2019, malam.

Namun, kata Muslem, mahasiswa dan rakyat Aceh lainnya jangan terlalu cepat untuk merayakan ini. "Masih harus dikawal karena ini bukanlah akhir dari perjuangan. Kita perlu mengingatkan ini. Kita menilai ini justru adalah awal dari perjuangan yang sesungguhnya. Jangan disalahartikan, sehingga menjadikan ini sebagai titik akhir perjuangan," kata Muslem.

Muslem menyebutkan, gugatan WALHI Aceh ditolak di PTUN Jakarta, selanjutnya lembaga peradilan membolehkan PT EMM untuk melakukan eksploitasi tambang. "Ini yang harus dilawan," tegasnya.

Saat ini, kata Muslem, rakyat Aceh telah mendapatkan dukungan dan kekuatan Pemerintah Aceh. Sebelumnya, DPRA juga sudah menolak PT EMM dalam sidang paripurna.

"Mari bergerak bersama-sama melawan pemerintah pusat untuk kepentingan Aceh ke depan. Gubernur, DPRA dan seluruh elemen lainnya harus terus bergerak untuk mendesak pemerintah pusat agar mencabut izin. Karena pernyataan sikap yang ditandatangani oleh Plt. Gubernur Aceh di hadapan ribuan mahasiswa, tidak bisa membatalkan izin eksploitasi PT EMM," kata Muslem.

Sejauh ini, Muslem menilai, sikap Plt. Gubernur Aceh belum bisa mengubah kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), karena tidak mengubah ketentuan peradilan.

"Tapi, dengan adanya pernyataan sikap Plt. Gubernur Aceh ini bisa menambah kekuatan rakyat Aceh untuk sama-sama mendesak pemerintah pusat. Mari bangun sinergitas, semua pihak harus dilibatkan untuk menyelamatkan bumi Aceh. Ke depan, rakyat Aceh harus segera menyusun langkah konkret untuk mendesak pemerintah pusat. Tentu langkah ini membutuhkan bantuan dan dukungan semua pihak, terutama pemerintah dan tokoh Aceh di mana pun berada. Sementara posisi kita akan selalu siap untuk mengawal ini hingga selesai," tegas Muslem.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.