22 February 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


PM Turki Binali Yildirim: Sistem Presidentil Prioritas Jutaan Rakyat Turki

...

  • ANADOLU AGENCY
  • 02 June 2016 22:30 WIB

Perdana Menteri Binali Yildirim. @Anadolu Agency
Perdana Menteri Binali Yildirim. @Anadolu Agency

Perdana Menteri Binali Yildirim menegaskan kembali tekad untuk mengubah 'kudeta konstitusi'.

ANKARA -  Sebuah konstitusi baru dan sistem presidensial adalah prioritas bagi jutaan Turki, yang mendesak diperlukan.

Dalam pertemuan para pemimpin partai di Ankara, Perdana Menteri Binali Yildirim bersumpah untuk menggantikan konstitusi Turki saat ini dan model parlementer sejak ia menjadi perdana menteri dan ketua Partai AK bulan lalu.

"Kami akan membuat kedua konstitusi baru dan membawa sistem presidensial ke negara ini. Ini adalah tugas terpenting untuk jutaan rakyat yang telah menetapkan hatinya memilih AKPati," kata Perdana Menteri Binali Yildirim, Kamis 2 Juni 2016,di Ankara. 

Perubahan konstitusi, kata dia, khususnya menjadikan Turki sistem presidensial, menjadi agenda politiksejak Recep Tayyip Erdogan, mantan perdana menteri dan pemimpin Partai AK, terpilih sebagai presiden pada Agustus 2014.

Perubahan dari sitem parlementer ke sistem presidensial ditentang oleh tiga pihak anggota parlemen Turki lainnya sehingga Partai AK (AKParti) harus membuat referendum untuk pergantian sistem tersebut.

Pada masalah ekonomi, Yildirim mengatakan pemerintah baru akan menekankan peran investasi. 

"Kami akan menjadi pemerintah yang menghasilkan, investasi dan menciptakan lapangan kerja. Kami akan mementingkan khusus untuk investasi,” katanya.

Terkait kasus Armenia yang dipermasalahkan Jerman, Yildirim mengatakan Jerman sedang menjalani pengujian persahabatan yang nyata.

Kematian Armenia di Anatolia timur terjadi setelah beberapa memihak menyerang pasukan Rusia. Turki mengakui bahwa ada banyak korban di kedua belah pihak dalam pertempuran berikutnya dan relokasi Armenia tapi membantah ini sebesar genosida. Itu adalah akibat perang dari beberapa pihak, kata Yildirim.

Ankara telah berulang kali mengusulkan pembentukan komisi bersama sejarawan dari Turki dan Armenia ditambah ahli internasional, untuk mengatasi masalah ini.[]Sumber: Anadolu Agency (aa.com.tr)

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.