12 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Polantas Aceh Utara Ajak Masyarakat Teken Spanduk Petisi Melawan Terorisme

...

  • CUT ISLAMANDA
  • 15 May 2018 09:30 WIB

Para pengendara yang terjaring razia teken spanduk petisi melawan aksi terorisme. @istimewa
Para pengendara yang terjaring razia teken spanduk petisi melawan aksi terorisme. @istimewa

LHOKSUKON – Satuan Lalu lintas Polres Aceh Utara mengajak para pengendara yang terjaring razia untuk berpartisipasi dan ikut menandatangani spanduk petisi melawan aksi terorisme, Senin, 14 Mei 2018 di depan Poslantas Terminal Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara. Petisi itu juga sebagai ungkapan duka cita atas gugurnya enam anggota Polri dalam kerusuhan di Rutan Markas Komando Brigade Mobil (Brimob) Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

“Tadi sore (Senin) kita menggelar razia kendaraan bermotor di depan Poslantas, mengingat situasi dan kondisi saat ini kurang kondusif (Jawa Barat). Razia ini memang tidak mengedepankan penindakan hukum, namun lebih ke langkah persuasif. Ini juga semacam memberi gambaran kepada masyarakat, bahwa polisi sedang siaga dengan kondisi yang terjadi saat ini,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kasat Lantas Iptu Sandy Titah Nugraha kepada portalsatu.com.

Kata Sandy, awalnya pengendara yang terjaring razia memang terlihat sedikit bingung karena mungkin itu merupakan kegiatan perdana. Namun setelah pihaknya menyampaikan tujuan dari penandatanganan petisi tersebut, masyarakat sangat antusias.

“Awalnya mereka sempat bingung ya, tapi setelah kita jelaskan tujuannya mereka jadi sangat antusias. Kita ajak masyarakat teken spanduk berisi petisi melawan aksi terorisme. Spanduk berukuran 1x4 meter yang kita buat penuh dengan tanda tangan masyarakat,” jelas Sandy.

Spanduk itu bertuliskan ‘Turut berduka cita atas gugurnya enam anggota Polri dalam aksi terorisme. #KamiTidakTakutTeror #DukaKamiUntukPahlawan. Kami masyarakat Aceh Utara mengecam teroris dan siap melawan terorisme’.

Sandy menyebutkan, jajaran Polres Aceh Utara mengimbau masyarakat untuk memerangi terorisme. Karena terorisme tidak bisa ditanggulangi oleh Polri sendri, namun masyarakat juga harus ikut berpartisipasi.

“Caranya, bisa memberikan informasi apabila ada lingkungan tempat tinggal masyarakat orang-orang baru yang mencurigakan atau ada terindikasi mengarah kepada kegiatan radikal yang dapat berujung pada terorisme. Informasi dari masyarakat itu sangat penting dan bisa membantu Polri dalam menyelesaikan 'PR-PR' yang harus segera ditanggulangi,” pungkas Iptu Sandy.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.