21 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Polda Aceh akan Usut Tuntas Demo Terkait Bendera di Depan Gedung DPRA

...

  • DETIK
  • 18 August 2019 17:00 WIB

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriyono. Foto: dokumen Antara Aceh/M. Haris SA
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriyono. Foto: dokumen Antara Aceh/M. Haris SA

BANDA ACEH - Polda Aceh membeberkan kronologi ricuhnya demo di DPRA yang berujung pemukulan Ketua Komisi I, Azhari Cage. Menurut polisi, kericuhan terjadi karena pendemo ingin menurunkan bendera merah putih dan mengganti dengan bulan bintang.

"Di dalam aksi itu, sempat terjadi sedikit kericuhan. Dari pendemo itu sempat memaksa menurunkan bendera merah putih dan dicegah oleh anggota," kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Ery Apriyono, dalam konferensi pers di Mapolda Aceh, Minggu, 18 Agustus 2019.

Aksi demo digelar mahasiswa dari beberapa kampus di depan Gedung DPR Aceh, Kamis, 15 Agustus 2019. Awalnya, aksi berlangsung tertib. Menjelang sore, unjuk rasa mulai berubah.

Menurut Ery, mahasiswa saat itu ingin mengibarkan bendera bulan bintang di tiang bendera di depan Gedung DPRA. Dalam aksi itu, mahasiswa juga berusaha menurunkan bendera merah putih.

"Aksi tersebut tidak memiliki STTP atau izin sehingga terjadi sedikit keributan sehingga memaksa anggota polisi membubarkan aksi demo. Hal itu karena mereka (pendemo) ingin memaksa menurunkan bendera merah putih yang ada di Kantor DPR Aceh dan ingin menaikkan bendera bulan bintang," jelas Ery.

Tindakan menurunkan bendera merah putih dan mengibarkan bulan bintang, jelas Ery, termasuk penghinaan terhadap bendera negara, merongrong kewibawaan negara, dan melecehkan harga diri Ibu Pertiwi. Polisi dalam hal itu sudah melakukan tindakan persuasif dengan membubarkan paksa aksi massa.

Ery menjelaskan, bendera merah putih adalah bendera Indonesia yang diatur oleh undang-undang. Sementara bendera bulan bintang yaitu bendera yang pernah digunakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat konflik dulu.

"Bendera itu adalah bendera separatis yang disebutkan secara eksplisit dan implisit dalam Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2007. Selain itu Qanun Bendera Aceh dan Lambang Aceh telah dilakukan pembatalan oleh Menteri Dalam Negeri dalam Surat Nomor: 188.34/2723/SJ tertanggal 26 Juli 2016 yang ditujukan Kepada Presiden Republik Indonesia," ungkap Ery.

Saat pembubaran aksi unjuk rasa itulah, Azhari Cage yang ingin melerai dorong-dorongan diduga dipukul sejumlah oknum polisi. Saat itu, polisi juga sempat mengamankan lima mahasiswa dan diperiksa di Mapolresta Banda Aceh.

Usai insiden pemukulan, Azhari Cage membuat laporan ke Mapolda Aceh. Kasus itu masih dalam penyelidikan dan polisi sudah memeriksa sembilan saksi, enam di antaranya anggota polisi.

Ery mengaku Polda Aceh akan mengusut tuntas kasus tersebut. Polisi juga mencari 'sutradara' demo yang mengibarkan bendera bulan bintang.

"Polda Aceh akan mengusut tuntas demo tersebut sesuai peraturan yang berlaku termasuk mencari aktor intelektual yang men-setting dan membuat skenario unjuk rasa menaikkan bendera bulan bintang dan menurunkan bendera merah putih," ungkap Ery Apriyono.  

Reporter: Agus Setyadi.[]Sumberdetik.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.