18 February 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Polda Aceh Berharap Keuchik Melahirkan 'Qanun' Gampong Untuk Berantas Narkoba 

...

  • PORTALSATU
  • 28 January 2020 23:00 WIB

Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh Kombes Pol Rudy Ahmad Sudrajat. Foto Khairul Anwar
Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh Kombes Pol Rudy Ahmad Sudrajat. Foto Khairul Anwar

BANDA ACEH - Polda Aceh berharap keuchik bersama aparaturnya melahirkan "Qanun" Gampong untuk pemberantasan dan pencegahan peredaran narkoba di desa. Pasalnya, sebagian narkoba jenis sabu yang masuk ke Aceh lolos dari penangkapan karena pergerakan petugas dipantau oleh kurir di desa.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak, melalui Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Rudy Ahmad Sudrajat, S.I.K., mengatakan hasil penangkapan terhadap para tersangka kasus narkoba jenis sabu terungkap bahwa banyak barang haram itu diselundupkan via Malaysia ke Aceh melalui jalur laut. Di tengah laut, sabu itu dijemput menggunakan kapal nelayan. Kemudian barang haram itu dimasukkan ke Aceh lewat jalur-jalur tikus yang sulit dipantau aparat kepolisian.

"Semua narkoba jenis sabu hasil penangkapan kepolisian, barang haram itu dimasukkan ke Aceh dari jalur laut, melalui Malaysia. Malaysia itu hanya tempat transit," kata Kombes Rudy, Selasa, 28 Januari 2020, di Banda Aceh.

Menurut Rudi, sebagian sabu lolos masuk ke Aceh akibat dilindungi sejumlah kurir di desa-desa. Sehingga ketika aparat bergerak melakukan penangkapan, ada yang lolos karena jaringan-jaringan kurir memantau pergerakan personel kepolisian.

"Dari sekian banyak sabu yang dikirim, ada yang berhasil digagalkan, ada juga yang lolos. Sebab ketika dijemput oleh kurir di laut, banyak perahu yang jemput dan paket sabu itu juga dipecah-pecahkan. Meskipun tertangkap, ada barang lain yang lolos," ungkapnya.

Dia menjelaskan, hasil penangkapan aparat kepolisian di Aceh terungkap, bandar sabu memiliki jaringan yang kuat hingga ke desa-desa. Oleh karena itu, untuk mengantispasi peredaran sabu di desa-desa perlu adanya semacam qanun yang sanksinya membuat jera terhadap bandar maupun kurir.

"Makanya setiap desa harus ada qanun yang mengatur untuk mencegah atau ganjaran hukum terhadap pengedar," tegasnya.[]

Penulis: Khairul Anwar

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.